Jumat, 10 April 2009

Kangen Saya Pada Anda Semua

Ini postingan yang saya lakukan sebabnya semata-mata kangen. Menyapa Anda semua para sahabat dan pembaca buku Jualan Ide Segar yang alhamdulillah lancar distribusi dan penjualannya sampai cetakan kedua mencapai 7500 exp. Terima kasih sebesar-besarnya untuk yang telah membeli, patungan membeli, meminjam untuk dibaca, meminjamkan bukunya kepada teman yang lain untuk berbagi ilmu dan pengetahuan, mengundang saya berdiskusi, menghampiri saya untuk sekedar tanda tangan (bahkan bukan di buku Jualan Ide Segar), menyapa saya di bandara, di angkringan dan mendiskusikan buku itu.

Adalah anugerah kenikmatan luar biasa saya bisa mengenal dan bertegur sapa dengan Anda semua sehabat-sahabat saya. Saya juga mohon maaf jika sempat ada email yang tak terbalas karena keterbatasan saya, message facebook yang belum saya reply, atau sms yang mungkin terlewatkan. Saya ingiiiiin sekali membalas setiap doa, tegur sapa, perkenalan dan konsultasi yang nyampe ke saya lewat email, sms, facebook, milis bahkan surat: sedikit demi sedikit saya akan balas dan semoga semua mendapat balasannya meskipun tak secepat yang teman-teman harapkan.

Insya Allah saya akan update lagi website ini, semoga bisa menjadi tempat kita bertemu dan bersilaturrahim, menjalin kebersamaan dan melancarkan rezeki. Sampai jumpa lagi di beberapa event mendatang dimana saya mungkin akan hadir menyapa di seminar, diskusi, sharing atau sekedar saat berpapasan di jalan.

Tanpa kebaikan hati Anda semua, keajaiban ini tak mungkinlah terwujud dalam kehidupan saya yang singkat ini. Terima kasih banyak dan jangan berhenti bersyukur serta berbuat lebih baik. Tetap semangat!

Senin, 02 Februari 2009

Tips Presentasi yang Dahsyat



A great presenter is a great story teller
- Steve Jobs, CEO Apple Inc. –

Jika dirangkum dalam satu kalimat, itulah inti presentasi yang sebenarnya: to tell a great story. Jadi presentasi adalah cara bagaimana mengkomunikasikan suatu pesan dengan sebuah cerita yang hebat. Ada great message-nya, ada great story-nya, ada great performance-nya. Yang ada great-nya pasti hebat luar biasa!

Berikut beberapa tips dalam presentasi:

Pembukaan yang kuat

  • Pembukaan adalah pintu masuk buat audiens ke dalam presentasi kita. Kita bawa audiens ke dalam suasana yang kita harapkan. Jika perlu sesuatu yang shocking di depan, maka kita lakukan. Jika perlu kutipan yang menggugah kesadaran di awal kita berikan.
  • Pembukaan adalah kunci, ada yang bilang menit pertama bagi seorang presenter adalah segalanya. Jika Anda dapat perhatian audiens, maka Anda akan membuat presentasi itu sukses. Demikian sebaliknya.

Tema tunggal, sederhana, kuat
  • Jangan bernafsu menjejali audiens dengansemua informasi yang kita miliki. Mereka tak akan mau dan tak akan mampu menerimanya, kecuali kita todong senapan laras panjang atau berikan hadiah uang jutaan. Artinya, secara natural audiens hanya akan menerima message yang simple, yang sederhana dan mudah diingat.
  • Menjadi complicated dengan terlalu banyak data tidak akan membuat kita terlihat sebagai presenter yang cerdas. Percayalah, pengertian orang cerdas (atau bahkan jenius) adalah mereka yang mampu menyederhanakan permasalahan yang kompleks. So, kurangi materi yang tidak relevan dan data yang berlebihan. Stay simple and you will grab more attention. Dapatkan perhatian audiens, justru dari tema-tema yang sederhana tapi kuat karakternya.

Alur cerita (story line) yang utuh
  • Dari awalnya emang harus sudah jelas dulu kita mau bercerita dalam presentasi kita dengan alur yang seperti apa: alur normal (sebab akibat biasa), alur mundur (akibatnya ditunjukkan di depan duluan baru sebabnya diceritakan kemudian), atau alur campuran (alur mundur yang dikombinasikan alur normal). Alur cerita ini akan mengarahkan kita saat menyusun slide presentasi, membawakanya di depan audiens dan tersampaikannya message presentasi tersebut dengan cara yang smooth secara emosional maupun logika pemikiran.
Daftar Berbutir
Contoh nyata yang inspired
  • Mengambil contoh-contoh dalam kehidupan nyata biasanya akan menarik minat audiens. Karena hal-hal seperti itu sangat dekat dengan keseharian audiens.
  • Salah satu favorit saya adalah Ustadz Yusuf Mansur. Bagaimana dia bisa meramu materi sedekah dan ibadah yang lain dengan bahasa yang begitu membumi, dengan contoh nyata yang otentik dan mengharukan. Tentang keajaiban sedekah yang menyelamatkan seseorang dari penjara, melindunginya saat terjadi kecelakaan, rejeki yang dating dari tempat yang tak pernah disangka. Juga format matematika sedekahnya, sehingga audiens tidak merasa terlalu digurui dengan banyak kutipan ayat Qur’an yang mereka belum pahami. Sehingga mereka bisa memulai ibadahnya dengan sesuatu yang riil, untuk membuat kehidupannya sendiri menjadi lebih baik.
  • Contoh-contoh nyata dari kehidupan selalu menarik dan menggugah emosi orang. Misalnya yang sering dilakukan motivator dengan menayangkan aktivitas saudara-saudara kita dalam Olympiade para penyandang cacat. Sangat inspired dan tak terasa air matapun menetes karenanya.

Performance Presenter

  • Seperti artis yang selalu menyiapkan kostumnya, seperti itulah seharusnya seorang presenter. Kita bisa sesuaikan penampilan kita dengan audiens atau juga dengan konsep presentasi kita. Jika Agnes Monica atau Brittney Spears dengan kostum glamour, maka Slank dan Iwan Fals berpakaian seadanya, sehari-hari.
  • Dari segi penampilan, memang sebaiknya begitu: menjadi diri sendiri. Sehingga kita nyaman, audienspun nyaman. Kita tak perlu harus jadi eksklusif pake batik mahal atau berjas dan dasi lengkap.
  • Selain pakaian, performance alias gaya kita saat presentasipun sangat penting. Ada presenter yang selalu menunduk melihat catatannya tanpa peduli apakah audiens mendengarkan, tertidur atau sudah bubar. Ada presenter yang energik luar biasa, berjalan kesana kemari membakar semangat audiensnya (James Gwee). Bahkan melompat-lompat (Tung Desem), bahkan menaiki meja (nah, yang ini saya!). Ada yang berdiri mematung dan berbicara datar seperti pejabat kelurahan. Ada banyak cara untuk tampil, Anda sesuaikan saja dengan kepribadian Anda. Tak harus sempurna, karena karakter seorang pembicara jauh lebih penting ketimbang kesempurnaan.

Mengajak audiens aktif (interaktif)
  • Adalah kesalahan presenter jika antara dia dan audiens tidak tercipta atmosfer dan frekuensi yang sama. Sehingga apa yang disampaikannya tidak nyambung. Salah satu tipsnya adalah selalu memandang audiens dari segala sudut mata Anda. Sebentar kita akan berbicara dengan pandangan ke audiens sebelah kanan, lalu tengah lalu kiri. Jika ada yang ngantuk maka bisa disindir dengan humor ringan agar yang lain tertawa dan yang ngantuk bangun.
  • Jangan malas dan hanya duduk saja, kecuali Anda presentasi di siaran langsung televisi sehingga harus duduk. Turunlah dari panggung, berjalanlah ke tengah audiens untuk menyapa satu dua orang dan membangun keakraban. Dengan itu, audiens merasa menjadi bagian dari presentasi kita. Mau bicara apa saja atau mau menjual apa saja dalam presentasi kita, audiens akan hayo aja. Buktikan!

Ending yang dahsyat


  • Mengakhiri sebuah presentasi adalah seni. Seperti sebuah film, selain memerlukan sebuah awal yang luar biasa, endingnya pun harus dahsyat. Tanpa ending yang dahsyat, sebuah film akan berlalu seperti kapal di tengah lautan yang gelap. Kita tak tahu kemana perginya.
  • Saya selalu senang mendengarkan pidato-pidato Bung Karno. Semangatnya berapi-api dan membakar audiens. Tapi yang luar biasa adalah ending-nya. Seringkali Bung Karno tidak mengakhiri pidatonya dengan cara standar seperti:
  • Demikianlah pidato saya. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam kata-kata saya, jika ada kelebihannya itu berasal dari Tuhan. Semoga apa yang saya sampaikan berman-faat, waktu dan tempat saya kembalikan lagi kepada moderator.
  • Ending pidato Bung Karno laksana cerita sudah mencapai puncak ketegangannya dan audiens sudah menunggu dengan berharap-harap cemas apa yang akan terjadi selanjutnya dan… zapp! Suasana hening sepersekian detik dan pidato Bung Karno finish saat itu juga, saat hadirin masih ternganga menunggu.
  • Berikut salah satu kutipannya: Bangsa kita adalah bangsa yang revolusioner (dengan intonasi suara sedang), bangsa yang sungguh hebat (suara makin meninggi), bangsa yang melahirkan pahlawan-pahlawan gagah perkasa (makin meninggi), bangsa yang tidak akan kalah oleh bangsa manapun di muka bumi ini (suara sangat tinggi melengking)… Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh… (nada tiba-tiba rendah). End.
  • Hadirin puas? Tentu tidak, tapi Bung Karno memang sengaja membuat audiens menunggu pidatonya yang berikutnya. Tanpa sadar, audiens berdiri dari posisi duduknya dan melakukan standing applaus karena merasa inspired.

(Tulisan ini dikutip dari Bab 2 Buku Jualan Ide Segar)
Image minjem dari http://gulangsari.files.wordpress.com/2008/05/soekarno-di-tugu.jpg



Selasa, 20 Januari 2009

JIS Termasuk 100 Buku Terlaris 2008 di Toga Mas Jogja





Alhamdulillah, Buku Jualan Ide Segar benar-benar diterima dengan baik oleh para pembaca. Saat sedang nyari-nyari buku di Toga Mas, seseorang menepuk pundak saya dari belakang. Ternyata Mas Arif Toga, manajernya Toga Mas. Doi menyampaikan selamat karena buku saya ternyata masuk 100 buku paling laris selama 2008, meskipun baru mulai edar pertengahan Agustus 2008 lalu. Beberapa buku yang masuk terlaris diantaranya: Tetralogi Laskar Pelangi, Ayat-ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, Marketing Revolutions, dll. Semoga pencapaian ini terus meningkat, apalagi setelah Cetakan kedua diluncurkan akhir Desember kemarin. Mohon dukungannya, teman-teman. Tenkiu Somad :)

Sabtu, 10 Januari 2009

JIS Ada di Toko Buku Terbesar di Asia



Ya, tepatnya di Gramedia Book Store, Grand Indonesia Mall Jakarta. Toko buku yang cool, luas, komputer pencariannya Imac terbaru (bukan PC kuno seperti biasanya) dan saat baru buka diskonnya rata-rata 30%. Wis, keren tenan kalo buku-buku sering diskon :)

Minggu, 30 November 2008

Masuk Promo Khusus di Gramedia Amplaz




Ini oleh-oleh dari Mas Eri saat jalan-jalan ke Gramedia Amplaz Jogja. Buku Jualan Ide Segar pelan-pelan mulai merambat melampaui buku laris setelah ada bocoran dari Penerbit untuk cetakan kedua di awal 2009. Sekarang covernya yang ranum dimejengkan di neon box pintu masuk utama. Semoga makin banyak memberikan manfaat buat pembacanya dan menjadi berkah bagi toko buku dan penerbitnya. Penulisnya biarin aja, sepertinya bakal repot ngitung royaltinya.
Ayo dipilih-dipilih, buat orang tua yang bertanggung jawab... Sayang anak sayang anak. Daripada dikreditin motor buat ngebut di jalan besar, mending dibeliin buku Jualan Ide Segar. Ha ha ha.... Ngarep :)

Jumat, 28 November 2008

Jualan Ide Segar Menyapa Salatiga

Creative on Communication Fisipol, Kamis, 27 November 2008

Dua orang pengarang buku dari Penerbit Galangpress, yaitu Sugeng "Aresta" Supriyanto, penulis buku Meraih Untung dari Spanduk hingga Billboard dan Arief Budiman, penulis buku Jualan Ide Segar, hadir di ruang E 123 kampus Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW).


Arief yang diberikan kesempatan berbicara pertama mengungkapkan proses kreatif dari iklan. Proses itu berawal dari pemahaman terhadap masalah iklan, menurunkan ide kreatif, pemilihan bahasa visual, eksekusi kreatif, hingga evaluasi. Penekanan diberikan oleh Arief kepada proses awal pencarian ide serta menuangkannya dalam media yang tepat.

"Kreatif itu sendiri adalah setiap orang yang melihat masalah menjadi peluang," demikian ungkap Arief.

Berbicara pada kesempatan kedua, dengan singkat Sugeng menerangkan mengenai keunikan media outdoor dan perlunya perhitungan tepat terhadap pemilihan media tersebut bagi pemasang iklan.

Acara bedah buku tersebut dibuka dengan sambutan Rektor UKSW Prof Dr. Kris H. Timotius. Dalam kata sambutannya, Rektor mengharapkan bahwa kekreatifitasan juga dibarengi dengan rasa tanggung jawab atas ide dan eksekusi dari kekreatifitasan itu sendiri. (sf_bphl)

Sumber berita dari sini

Rabu, 12 November 2008

Oleh-oleh dari Mas Muliadi Bandung



Jualan ide segar bukan buku biasa. Buku ini yang saya perlukan untuk menghidupkan kembali mimpi saya. Inspirasi terus mengalir dari halaman pertama sampai selesai. dan percayalah, dengan gaya bertutur yang khas, Mas Arief mampu menularkan energi kreatif dengan cepat.

Muliadi Palesangi, Creativepreneur & Dosen FE UNPAR

Notes:
Mas, ini saya juga lampirkan laporan pandangan mata (hehehe) dari Toko Gramedia di Mall Paris van Java Bandung. Jualan Ide Segar masuk di barisan TOP TEN. Turut senang Mas :)

Selasa, 28 Oktober 2008

M. Arief Budiman, Penjual Ide Segar


Kalau Anda pernah mendengar Petakumpet, nama M. Arief Budiman tentu melekat pada biro periklanan ini.
Berawal dari sebuah komunitas rekan-rekan satu angkatan perkuliahan, Ia mendirikan biro periklanan PetakUmpet di Yogyakarta. PetakUmpet yang dahulu merupakan biro iklan daerah, saat ini sudah merambah ke Jakarta untuk mengukuhkan diri sebagai biro iklan nasional. Berbagai award telah didapatkan oleh PetakUmpet sebagai buah dari kreativitas serta kerja keras. Tak terkecuali Arief, Ia sempat terpilih menjadi Finalis International Young Creative Enterpreneur of The Year (IYCEY) pada tahun 2006 dan 2007.
Saat ini selain disela-sela kesibukannya dalam membesarkan Petakumpet, Ia diamanahi jabatan sebagai sekretaris Persatuaan PerusahaanPeriklanan Indonesia (PPPI) Pengda DIY. Dunia tulis menulis pun Ia tekuni. Buku pertamanya, "Jualan Ide Segar" telah beredar di pasaran dan siap terbit buku selanjutnya. Sang Penjual Ide Segar ini pun tak segan-segan membagikan ide-ide segarnya melalui blognya yang beralamatkan di www.mybothsides.com.
Ketika ditanyakan apa yang mendasarinya untuk berbagi jualan idenya melalui tulisan di blog, Ia menjawabnya: "Ilmu dan pengalaman—seperti juga blog—itu seharusnya gratis. Bisa dipelajari siapapun, sehingga bangsa ini lebih cepat maju karena rakyatnya semakin pandai. Saya suka menulis karena saya suka, syukur jika bermanfaat. Jika tidak juga tak apa, saya akan tetap menulis."


Artikel asli dari sini

Sabtu, 25 Oktober 2008

Sekeping DVD bisa Laku Rp 188 Juta!

Negeri ini membutuhkan banyak anak muda seperti Arief Budiman yang dengan Petakumpet-nya dan web-nya jualanidesegar.com bisa memotivasi banyak orang.

Bahwa ide bisa menghasilkan uang juga sudah dipraktekkan M. Arief Budiman, anak muda lulusan Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta yang buka usaha desain grafis, advertising “Petakumpet” di Yogyakarta. Berangkat dari nol hanya bermodalkan ide, omset bisnisnya kini mencapai miliaran rupiah.

Dalam bukunya, “Jualan Ide Segar” yang saya beli dalam Bursa Buku Gramedia di WTC Serpong kemarin (Kamis 23 Oktober 2008), dia mengungkapkan secara panjang lebar “riwayat hidupnya” yang mencari uang hanya mengandalkan ide. Disebutkan dalam buku ini, dia berhasil menjual sekeping DVD Rp 4.500 seharga Rp 188.000.000 setelah diisi materi creative artworks promosi launching Star One untuk wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Benar, kliennya Star One membeli DVD yang telah berisi ide itu Rp 188.000.000. Itu berarti keuntungannya 41.777,8%, padahal modalnya cuma Rp 4.500. “Anda pasti bisa jika Anda mau,” tantang Arief Budiman.

Itulah kekuatan ide. Arief Budiman kemudian memberikan contoh desain logo yang disebutnya “jualannya sama, harga semaunya.” Bayangkan, mikirnya sama, cara mencari ide juga sama, cara mendesainnya sama, creative output-nya tidak jauh beda dengan yang lain. Ajaibnya, kata dia, harganya bisa selisih bagaikan langit dan bumi. Misalnya, desain logo Alma Ata harganya Rp 150.000,- (dibuat oleh Petakumpet), logo Bale Agung Rp 15.000.000,- (Petakumpet), tapi logo Pertamina? Landor Associates mematok harga dan diiyakan oleh Pertamina senilai Rp 3.000.000.000,-!

Tulisan Mas Gantyo Koespradono ini dikutip dari sini

Selasa, 21 Oktober 2008

Ready di Pangkal Pinang


Ketika perjalanan 4 hari saya ke Pangkal Pinang di Propinsi Babel (Bangka Belitung) kemarin, saya sempat mampir ke Gramedia. Dan biasanya memang begitu setiap kali saya singgah di sebuah kota, jika waktu dan kesempatan memungkinkan saya selalu ingin bisa singgah di toko buku, toko buku apa saja. Bahkan jika Gramedia tidak ada di kota itu.
Saat iseng lihat-lihat, eh buku saya udah nongkrong dengan kurang ajarnya di situ. Di salah satu sudut, bersama buku-buku bisnis. Syukurlah, sudah melebar distribusinya sampai ke luar Jawa juga. Semoga saat ini sudah tidak ada kesulitan lagi buat teman-teman yang mau mencari buku ini. Insya Allah sudah merata di wilayah Indonesia. Selamat membeli dan mempraktekkan ide-ide dahsyatnya. Saya akan laporkan lagi tentang perkembangan terbaru buku ini dalam kunjungan saya ke kota-kota lainnya nanti. Insya Allah...

Sabtu, 18 Oktober 2008

Dari Mas Yudi

Bukunya keren banget loh mas,
jadi sumber inspirasi...
di tunggu terbitan buku2nya yang lain....

Yudi Kusuma
www.yudi-aciel.blogspot.com

Minggu, 05 Oktober 2008

Pinasthika 2008: Juara Sejati Telah Ditemukan

Pinasthika 2008 yang berlangsung sejak 31 Juli hingga 2 Agustus di Melia purosani Hotel, Yogyakarta telah selesai diselenggarakan. Rangkaian acara Pinasthika meliputi seminar, pameran peserta lomba iklan, Launching buku, welcome dinner dan malam penghargaan.
Setelah menyimak sambutan dari wakil walikota Jogjakarta, Bp. Haryadi Suyuti, seminar hari pertama pun dilangsungkan dengan dua sesi.


Sesi pertama diisi oleh Lulut Asmoro (Presdir JWT) dan Andi S. Boediman (Startegic Planning Director Admire) dengan topik "Great Experience on the HOT Creative Agency". Dalam sesi pertama ini disimpulkan bahwa manajemen sebuah perusahaan kreatif adalah dengan membangun suasana kreatif di dalam dan luar kantor.

Sesi kedua kemudian dilanjutkan dengan Nukman Luthfie (CEO Virtual Consulting) dan Erik Rival Ridzal (Inspirator Sukses Mulia) yang mengangkat topik "Online marketing communiacation Trend". Hari pertama Pinasthika ini diakhiri dengan welcome dinner yang dipersembahkan oleh Kedaulatan Rakyat.

Pada hari kedua seminar juga dibagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama menghadirkan Dr. Astu Sunu Subroto (Mars research) dan Dr. Slamet Santoso (Univ. Atma Jaya Yogyakarta) dengan topik "Tactic & Strategy to Explore Target Market Effectively". Kemudian sesi kedua diisi dengan seminar bertema "Creative Strategy on Media" yang menghadirkan Achjuman Achjadi (CEO CARAT) dan janoe Arijanto ( COO Dentsu Strat).

Pada hari kedua Pinasthika mempersembahkan yang lain daripada yang lain yaitu launching buku "Komunikasi Cinta" oleh Djito Kasilo dan " Jualan Ide Segar" oleh M. Arief Budiman.

Dari total 917 entry yang masuk, meliputi :
- Bawana : 254
- Baskara: 182
- AdStudent: 232
- Young Film Director: 64
- Graphic Design: 98
- KR Best of Print: 87

Telah dipilih jagoan sejati yang telah melewati proses penjurian yang diketuai Hoh Woon Siew (ECD Hakuhodo).

Dan inilah para juara sejati:

Ad.Student Winnner
- Gold : Didit & Dika (Atma Jaya Yogyakarta)
- Silver : Carlo & Mario (Petra Surabaya)
- Bronze : Henny & Fauzi (Petra Surabaya)

The Most Creative Agency (Baskara)
PT. PETAKUMPET CREATIVE NETWORK (56 points)
Bajigur (39 points)
Syafaat Advertising (19 points)
Freshblood Indonesia (17 points)
SWARAGAMA FM Jogja (17 points)

The Best Graphic Design Agency
PT. PETAKUMPET CREATIVE NETWORK (56 points)
Bajigur (39 points)
Syafaat Advertising (19 points)
Freshblood Indonesia (17 points)
PT. Srengenge Cipta Imagi (15 points)

The Most Creative Agency (Bawana)
Narrada Communications (44 points)
Neo Indonesia (24 points)
Freshblood Indonesia (17 points)
PT. Srengenge Cipta Imagi (15 points)
Macs 909 (11 points)

Young Film Director Winner
- Gold : Bangun Taga, Interstudi Jakarta
- Silver : Aria Damar, Atmajaya Jogyakarta
- Bronze : Andri Kurnia, Petra Surabaya.

The Gold Winner

Baskara
- TVC : Simpul Communication "Nendang"
- Unconventional Media : Bajigur " Bajigur Guerilla Campaign"

Bawana
- Print Ad : "Rebah"
- Radio : "17 Agustus"

KR Best of Print
- Display : "Jiwa Kartini" Existcomm
- Display: " Jangan Biarkan" Padi Advertising
- Coloumn: "Kunci Sukses" CV Dini Advertising and organizing

Media Graphic Design
- Company profile : "Srengenge Company profile"
- Invitation Card : "valentine’
- Book Cover : "Tembang Ilalang book cover"
- Poster : ‘Mantenography"
- CD cover : "Pop Corn"
- Corporate ID : "Cangkir" Bottom of Form 2


Dikutip dari ADOI Magazine di sini

Minggu, 28 September 2008

Dari The Punkdhut

Gue selalu suka membaca dan sebisa mungkin menyisihkan anggaran buat hal yang satu ini. Baca apa saja? Sekarang sih lebih suka yang berkaitan dengan kerjaan gue, yaitu periklanan dan desain grafis. Dan terbukti dari iseng-iseng membeli buku, kerjaan jadi tambah lancar! Kemaren gue beli bukunya M. Arief Budiman, "Jualan Ide Segar" dan buku "Layout: Dasar dan Penerapannya" karangan Surianto Rustan.

Terus terang gue agak memaksakan diri waktu beli dua buku itu di Gramedia, karena kondisi kantong lagi cekak. Tapi apa daya, keduanya keliatan terlalu menarik untuk dilewatkan.

Buku "Jualan Ide Segar", yang bercerita tentang sepak terjang biro iklan Jogja, Petakumpet, cukup berguna buat referensi kampanye salah satu klien kantor gue yang akan membidik pasar daerah (baca: kota-kota selain Jakarta). Copywriter gue juga merasa ter-inspired dan menggunakannya sebagai acuan untuk menulis naskah.

Kemudian buku "Layout: Dasar dan Penerapannya" mengandung beberapa teori yang sebenernya gue udah tau, cuma sering kelupaan. Salah satunya adalah soal elemen2 layout, mana yang perlu ditonjolkan dan mana yang tidak, flow membaca, dll. Sangat berguna dalam membuat desain yang nggak cuma indah tapi juga efektif.

Tulisan dikutip dari sini

Senin, 15 September 2008

Masalah Adalah Peluang Untuk Tumbuh

Anda harus menemukan sesuatu yang sangat Anda cintai untuk mampu mengambil resiko, melompati rintangan dan tembok yang akan selalu diletakkan untuk menghalangi jalan Anda. Jika Anda tidak mempunyai perasaan membara seperti itu, maka Anda akan terhenti pada rintangan besar pertama.
- George Lucas, Kreator Star Wars -

Jika suatu hari engkau mendapat kabar baik tentang order milyaran atau prospek yang untungnya besar - apalagi kita sedang butuh - biasanya akan terasa seperti mendapat durian runtuh.

Tapi saran saya, terima saja semua prospek - baik atau buruk - dengan biasa saja. Tak perlu over expected, tapi jangan juga dianggap sekedar angin lalu. Kesempatan kerap kali mendatangi kita dengan samar-samar, seperti kupu-kupu. Terlihat sangat indah tapi kalo dikejar sulit sekali. Tapi saat kita melupakannya, tiba-tiba dia hinggap di pundak. Kesempatan sering datang sebagai sang penggoda.

Biarkan semua pintu terbuka, jendela juga, ventilasi udara juga: undang semua kesempatan untuk datang. Buka lebar-lebar pikiran dan biarkan ide mengalir: seganjil apapun. Joe Vitale di bukunya The Attractor Factor menyebut satu teknik untuk mencari solusi dan ide baru sebagai melakukan tindakan terilhami. Artinya: kita hanya mendengarkan apa kata hati nurani saat melangkah, mengarahkan stir mobil mau kemana, berjalan lewat kanan atau kiri. Hanya mengikuti suara hati dan bukan saran dan bujuk rayu orang lain. Kita ikuti saja kemana ilham membawa kita pergi.

Misalnya arah kaki melangkah menuju ke toko buku dan tiba-tiba kita tertuju pada sebuah buku yang covernya jelek dan berdebu tapi tangan kita – entah kenapa - ingin mengambilnya. Ya, ambil saja. Dan coba dilihat dengan positif, mungkin jawaban atas pertanyaan besar yang mengganggu Anda bisa ditemukan di buku itu. Atau kebiasaan saya saat mengalami mental block: saat ide mampet tak bisa mikir saya sering bepergian naik motor untuk sekedar singgah di masjid-masjid yang terpencil di pelosok desa. Lalu sekedar sholat di sana, sedekah semampunya, berdoa dan merenung. Memasrahkan solusi atas masalah saya kepada-Nya.

Seringkali sekelebat ide penyelesaiannya muncul, atau jikapun tidak: otak lebih tenang dan lebih jernih dalam melihat persoalan yang semula seolah tanpa solusi. Juga lebih rileks.

Saya percaya, di dunia ini semua masalah ada solusinya. Saya ulangi: semua masalah ada solusinya. Semua masalah! Jika masih buntu juga, artinya kita memang belum memahami masalahnya sampai ke substansi. Sampai ke jantung masalah, sampai ke nukleus-nya. Tapi kadang kita merasa tak mampu, merasa masalah lebih besar dari diri kita. Kita merasa menjadi korban atas suatu masalah yang dititipkan Tuhan, padahal Tuhan hanya ingin menguji. Jika tak mampu menyelesaikan satu masalah setelah kita melakukan yang terbaik sesuai kemampuan kita: berpasrahlah. Tuhan selalu ada saat kita membutuhkan-Nya. Bahkan Ia tak pernah tidur.

Dalam perjalanan sayapun, sering saya merasa waktu saya semakin sempit untuk melunasi hutang mimpi itu. Sampai saya kembali meringkuk di sleeping bag menjelang malam setelah seharian membanting tulang dan tempurung kepala saya untuk mencari solusi, keajaiban belum juga mau datang. Oya, sleeping bag adalah kawan karib saya saat lembur di kantor, sampai sekarang. Saya malah sering didatangi mimpi buruk untuk melengkapi penderitaan saya gara-gara berani bermimpi di alam nyata.

Bangun tidurpun, badan saya sering masih terasa penat. Tapi saya harus terus menjalankan rencana yang lain, bikin output creative tim Petakumpet jadi lebih dahsyat, nyiapin proposal kerjasama, bikin presentasi, penawaran, janjian ketemu orang.

Saya sadar di luar sana ada banyak orang yang akan menolak penawaran saya, melihat saya sebelah mata, menutup pintu bahkan sebelum saya mengetuknya untuk berbagi mengenai indahnya mimpi-mimpi saya. Tapi sesuai hukum alam tentang ketertarikan (law of attaraction), saya harus tidak peduli. Saya harus menyembuhkan luka hati saya seperti Wolverine menyembuhkan sendiri luka-luka di tubuhnya.

Orang-orang tak akan melihat perih di dalam dada Anda dan Andapun tak perlu merisaukan itu. Anda hanya akan jadi korban jika Anda menginginkannya begitu. Don't play the victim. Kita tak mungkin gagal jika kita selalu menolak untuk menyerah.


(Tulisan ini dikutip dari Bab 4 Buku Jualan Ide Segar)

Oleh-oleh Dari Melting Pot


Mimpi yang indah dan sulit. Lho?

Mas Hartono dari UGM dan para hadirin yang gak bisa tidur kebanyakan kopi


Bersama Bapak Kinoy (Owner Biro Desain Reaktor Cinta) sebagai moderator di acara santai penuh humor dan suka cita

Dihadiri juga oleh seorang teman dari Semarang (Mas Danny, berkaos merah)

Mas Kunto (Chief Editor Galang Press) hadir bersama istri. Mas Andika dengan gaya centil menggoda kamera

Para peserta diskusi serius menikmati pembahasan yang tidak serius


Seluruh foto atas kebaikan Mas Iqbal (Rekarupa). Melting Pot dan kopi hitam panas kental tersedia buat diskusi atas kebaikan Mas Andri. Terima kasih yang luar biasa atas dukungan dan bantuannya.