Tampilkan postingan dengan label Promo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Promo. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Januari 2009

JIS Termasuk 100 Buku Terlaris 2008 di Toga Mas Jogja





Alhamdulillah, Buku Jualan Ide Segar benar-benar diterima dengan baik oleh para pembaca. Saat sedang nyari-nyari buku di Toga Mas, seseorang menepuk pundak saya dari belakang. Ternyata Mas Arif Toga, manajernya Toga Mas. Doi menyampaikan selamat karena buku saya ternyata masuk 100 buku paling laris selama 2008, meskipun baru mulai edar pertengahan Agustus 2008 lalu. Beberapa buku yang masuk terlaris diantaranya: Tetralogi Laskar Pelangi, Ayat-ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, Marketing Revolutions, dll. Semoga pencapaian ini terus meningkat, apalagi setelah Cetakan kedua diluncurkan akhir Desember kemarin. Mohon dukungannya, teman-teman. Tenkiu Somad :)

Sabtu, 10 Januari 2009

JIS Ada di Toko Buku Terbesar di Asia



Ya, tepatnya di Gramedia Book Store, Grand Indonesia Mall Jakarta. Toko buku yang cool, luas, komputer pencariannya Imac terbaru (bukan PC kuno seperti biasanya) dan saat baru buka diskonnya rata-rata 30%. Wis, keren tenan kalo buku-buku sering diskon :)

Minggu, 30 November 2008

Masuk Promo Khusus di Gramedia Amplaz




Ini oleh-oleh dari Mas Eri saat jalan-jalan ke Gramedia Amplaz Jogja. Buku Jualan Ide Segar pelan-pelan mulai merambat melampaui buku laris setelah ada bocoran dari Penerbit untuk cetakan kedua di awal 2009. Sekarang covernya yang ranum dimejengkan di neon box pintu masuk utama. Semoga makin banyak memberikan manfaat buat pembacanya dan menjadi berkah bagi toko buku dan penerbitnya. Penulisnya biarin aja, sepertinya bakal repot ngitung royaltinya.
Ayo dipilih-dipilih, buat orang tua yang bertanggung jawab... Sayang anak sayang anak. Daripada dikreditin motor buat ngebut di jalan besar, mending dibeliin buku Jualan Ide Segar. Ha ha ha.... Ngarep :)

Selasa, 21 Oktober 2008

Ready di Pangkal Pinang


Ketika perjalanan 4 hari saya ke Pangkal Pinang di Propinsi Babel (Bangka Belitung) kemarin, saya sempat mampir ke Gramedia. Dan biasanya memang begitu setiap kali saya singgah di sebuah kota, jika waktu dan kesempatan memungkinkan saya selalu ingin bisa singgah di toko buku, toko buku apa saja. Bahkan jika Gramedia tidak ada di kota itu.
Saat iseng lihat-lihat, eh buku saya udah nongkrong dengan kurang ajarnya di situ. Di salah satu sudut, bersama buku-buku bisnis. Syukurlah, sudah melebar distribusinya sampai ke luar Jawa juga. Semoga saat ini sudah tidak ada kesulitan lagi buat teman-teman yang mau mencari buku ini. Insya Allah sudah merata di wilayah Indonesia. Selamat membeli dan mempraktekkan ide-ide dahsyatnya. Saya akan laporkan lagi tentang perkembangan terbaru buku ini dalam kunjungan saya ke kota-kota lainnya nanti. Insya Allah...

Sabtu, 16 Agustus 2008

Poster Promo di Gamedia Solo


Saat menghadiri wisuda adik saya di UMS, sempat mampir ke Gramedia Solo. Eh, ternyata ada poster promonya yang disiapin Galang Press. Bonus: senyum manis Lilik, kawan baik saya. He he he :)

Senin, 11 Agustus 2008

Sudah Nongkrong di Gramedia


Bersama Mas Kunto dari Galang Press


Nongkrong sebagai New Arrival di Gramedia Pandanaran Semarang


Finally! Setelah menunggu dengan harap-harap cemas, buku Jualan Ide Segar akhirnya sampai juga di titik penting untuk menyapa Anda semua.

Hari Senin, 11 Agustus kemarin saya dan Pak Sugeng (penulis buku Meraih Untung Dari Spanduk Sampai Outdoor) melakukan roadshow ke Semarang dalam Diskusi Buku dan Book Signing yang diadakan di Gramedia Pandanaran Semarang. Alhamdulillah yang hadir sangat merespon kelahiran buku ini dan segera tertantang untuk mengujinya dengan mempraktekkan kiat-kiat dan tips yang ada di dalamnya.

Kita juga sempat naik ke lantai 2 untuk melihat displaynya.. Dan wow.. Ada perasaan bahagia tak terlukiskan saat melihat tumpukan buku itu - pertama kalinya - di rak New Arrival dengan posisi yang sangat strategis dan mengundang orang untuk paling tidak melihatnya lebih dulu.

Terima kasih buat Mas Kunto, Mbak Sus, Mas Julius yang telah memungkinkan ini semua terjadi. Juga buat Pak Sugeng Aresta, teman diskusi buku saya yang luar biasa.

Jadi buat beberapa teman yang kemarin sempat sms saya menanyakan dimana menemukan buku ini, Insya Allah sudah terdistribusi dengan baik di seluruh toko buku Gramedia. Dalam seminggu ke depan semoga toko-toko buku yang lain segera menyusul untuk memajangnya juga. Saya menunggu feedback dari para pembaca sekalian, dari Anda semua sahabat dan teman-teman yang saya harapkan untuk memajukan dunia creativepreneurship di negeri ini. Terima kasih sebelumnya.

Selasa, 05 Agustus 2008

Dari Book Launching


Berebut jeruk berhadiah buku baru

Para pemenang lomba rebutan jeruk

Bukan sebuah launching biasa...

Sepeda berkronjot berisi jeruk segar

Parkir dulu kronjotnya

Kenapa hadirin gelap-gelapan ya?

Daripada ngeri kegelapan, mending presentasi.

Ballroom Melia Purosani Hotel, 2 Agustus 2008. Tepat jam 15.00 WIB saat moderator mengakhiri sesi tanya jawab seminar Pinasthika yang melibatkan 2 pembicara: Ayuman Achyadi (Carat) dan Janoe Arijanto (Dentsu).

MC mengumumkan lampu ruang semniar akan segera dimatikan karena selanjutnya adalah launching Buku Jualan Ide Segar-nya Arief Budiman. Memang seperti itu skenarionya: hanya ada penerangan dari giant screen kanan dan kiri yang bertuliskan: Bukan sebuah launching biasa.

Dan... petttt! Tak disangka-sangka, lampu padam semuanya. Hadirin tenang saja mengira ini bagian dari skenario. Tapi ini beneran! Listriknya mati beneran! Dan panitia ribut mencari sumbernya. MC segera mengambil alih dan meminta break sebentar untuk coffee break. Lha, lalu dimana penulis buku ini? Dia nampak tenang senyam senyum sambil naik di sadel sepeda bergaya bak penjual jeruk beneran.

Tuhan nampaknya sedang menguji. Dalam bukunya, Arief menuliskan tips bagaimana prsentasi di depan 100 orang tetap dahsyat ketika tiba-tiba listrik mati, LCD proyektor mati dan mikrofon mati. Dan kini yang seperti itu terjadi: pas di launching bukunya! So, dia hanya menunggu sambil berfikir caranya presentasi - sekali lagi - di tengah kegelapan.

Tapi 10 menit kemudian, listrik bisa tersambung kembali. Tak jadi bikin dark presentation: kembali ke skenario awal. Dengan diterangi follow spot, sepeda dengan keronjot berisi buah jeruk segar itupun dikayuh melewati peserta seminar yang keheranan melihat sepeda bisa masuk hotel. Dan berhenti tepat di depan ring tinju: sang penulis pun memulai presentasinya.

Presentasi berlangsung dalam nuansa temaram, dengan 2 giant screen di kanan kiri berisi materi dan screen utama kamera yang mengarah ke presenter. Trik presentasi dalam gelap harus ditempuh karena ada masalah mengenai ketajaman di LCD proyektor: supaya gambar bisa dipancarkan lebih tajam. Kurang lebih 30 menit presentasi berlangsung seru, diselingi tawa hadirin saat lelucon meledak atau keheningan saat moment tertentu mengubah kata-kata menjadi mistis.

Ada 5 buku yang dibagikan gratis. Yang pertama diperoleh seorang wanita yang bertanya pertama kali, keberaniannya berarti satu buku gratis. Buku kedua dibeli peserta yang lain seharga 20 ribu, dimana uangnya pun diberikannya ke penonton yang lain. 3 buku lainnya didapat dengan memilih 3 diantara 75-an buah jeruk dengan tanda khusus, audienspun berebut.

Jerukpun habis diserbu. Sang penulis mengambil sepedanya untuk pergi meninggalkan audiens yang masih terpaku. Datangnya bersepeda, pulangnyapun bersepeda. Ternyata memang harus, karena sepedanya pinjaman.

Demikianlah sebuah launching buku yang diharap mampu memberikan suntikan kreativitas baru. Bukan launching yang gegap gempita dan besar budgetnya. Ini hanyalah launching buku - yang dengan kreativitas - bisa menjadi lebih dari sekedar biasa.