
Kembangkanlah kemampuanmu setinggi mungkin sehingga Tuhan pun akan berkonsultasi dulu denganmu sebelum menentukan takdir-Nya untukmu (M. Iqbal)
Selasa, 28 Oktober 2008
M. Arief Budiman, Penjual Ide Segar

Sabtu, 25 Oktober 2008
Sekeping DVD bisa Laku Rp 188 Juta!
Bahwa ide bisa menghasilkan uang juga sudah dipraktekkan M. Arief Budiman, anak muda lulusan Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta yang buka usaha desain grafis, advertising “Petakumpet” di Yogyakarta. Berangkat dari nol hanya bermodalkan ide, omset bisnisnya kini mencapai miliaran rupiah.
Dalam bukunya, “Jualan Ide Segar” yang saya beli dalam Bursa Buku Gramedia di WTC Serpong kemarin (Kamis 23 Oktober 2008), dia mengungkapkan secara panjang lebar “riwayat hidupnya” yang mencari uang hanya mengandalkan ide. Disebutkan dalam buku ini, dia berhasil menjual sekeping DVD Rp 4.500 seharga Rp 188.000.000 setelah diisi materi creative artworks promosi launching Star One untuk wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Benar, kliennya Star One membeli DVD yang telah berisi ide itu Rp 188.000.000. Itu berarti keuntungannya 41.777,8%, padahal modalnya cuma Rp 4.500. “Anda pasti bisa jika Anda mau,” tantang Arief Budiman.
Itulah kekuatan ide. Arief Budiman kemudian memberikan contoh desain logo yang disebutnya “jualannya sama, harga semaunya.” Bayangkan, mikirnya sama, cara mencari ide juga sama, cara mendesainnya sama, creative output-nya tidak jauh beda dengan yang lain. Ajaibnya, kata dia, harganya bisa selisih bagaikan langit dan bumi. Misalnya, desain logo Alma Ata harganya Rp 150.000,- (dibuat oleh Petakumpet), logo Bale Agung Rp 15.000.000,- (Petakumpet), tapi logo Pertamina? Landor Associates mematok harga dan diiyakan oleh Pertamina senilai Rp 3.000.000.000,-!
Tulisan Mas Gantyo Koespradono ini dikutip dari sini
Selasa, 21 Oktober 2008
Ready di Pangkal Pinang

Senin, 20 Oktober 2008
Ide Segar di Tabloid Mingguan Kontan
Sabtu, 18 Oktober 2008
Dari Mas Yudi
jadi sumber inspirasi...
di tunggu terbitan buku2nya yang lain....
Yudi Kusuma
www.yudi-aciel.blogspot.com
Minggu, 05 Oktober 2008
Pinasthika 2008: Juara Sejati Telah Ditemukan
Setelah menyimak sambutan dari wakil walikota Jogjakarta, Bp. Haryadi Suyuti, seminar hari pertama pun dilangsungkan dengan dua sesi.
Sesi pertama diisi oleh Lulut Asmoro (Presdir JWT) dan Andi S. Boediman (Startegic Planning Director Admire) dengan topik "Great Experience on the HOT Creative Agency". Dalam sesi pertama ini disimpulkan bahwa manajemen sebuah perusahaan kreatif adalah dengan membangun suasana kreatif di dalam dan luar kantor.
Sesi kedua kemudian dilanjutkan dengan Nukman Luthfie (CEO Virtual Consulting) dan Erik Rival Ridzal (Inspirator Sukses Mulia) yang mengangkat topik "Online marketing communiacation Trend". Hari pertama Pinasthika ini diakhiri dengan welcome dinner yang dipersembahkan oleh Kedaulatan Rakyat.
Pada hari kedua seminar juga dibagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama menghadirkan Dr. Astu Sunu Subroto (Mars research) dan Dr. Slamet Santoso (Univ. Atma Jaya Yogyakarta) dengan topik "Tactic & Strategy to Explore Target Market Effectively". Kemudian sesi kedua diisi dengan seminar bertema "Creative Strategy on Media" yang menghadirkan Achjuman Achjadi (CEO CARAT) dan janoe Arijanto ( COO Dentsu Strat).
Pada hari kedua Pinasthika mempersembahkan yang lain daripada yang lain yaitu launching buku "Komunikasi Cinta" oleh Djito Kasilo dan " Jualan Ide Segar" oleh M. Arief Budiman.
Dari total 917 entry yang masuk, meliputi :
- Bawana : 254
- Baskara: 182
- AdStudent: 232
- Young Film Director: 64
- Graphic Design: 98
- KR Best of Print: 87
Telah dipilih jagoan sejati yang telah melewati proses penjurian yang diketuai Hoh Woon Siew (ECD Hakuhodo).
Dan inilah para juara sejati:
Ad.Student Winnner
- Gold : Didit & Dika (Atma Jaya Yogyakarta)
- Silver : Carlo & Mario (Petra Surabaya)
- Bronze : Henny & Fauzi (Petra Surabaya)
The Most Creative Agency (Baskara)
PT. PETAKUMPET CREATIVE NETWORK (56 points)
Bajigur (39 points)
Syafaat Advertising (19 points)
Freshblood Indonesia (17 points)
SWARAGAMA FM Jogja (17 points)
The Best Graphic Design Agency
PT. PETAKUMPET CREATIVE NETWORK (56 points)
Bajigur (39 points)
Syafaat Advertising (19 points)
Freshblood Indonesia (17 points)
PT. Srengenge Cipta Imagi (15 points)
The Most Creative Agency (Bawana)
Narrada Communications (44 points)
Neo Indonesia (24 points)
Freshblood Indonesia (17 points)
PT. Srengenge Cipta Imagi (15 points)
Macs 909 (11 points)
Young Film Director Winner
- Gold : Bangun Taga, Interstudi Jakarta
- Silver : Aria Damar, Atmajaya Jogyakarta
- Bronze : Andri Kurnia, Petra Surabaya.
The Gold Winner
Baskara
- TVC : Simpul Communication "Nendang"
- Unconventional Media : Bajigur " Bajigur Guerilla Campaign"
Bawana
- Print Ad : "Rebah"
- Radio : "17 Agustus"
KR Best of Print
- Display : "Jiwa Kartini" Existcomm
- Display: " Jangan Biarkan" Padi Advertising
- Coloumn: "Kunci Sukses" CV Dini Advertising and organizing
Media Graphic Design
- Company profile : "Srengenge Company profile"
- Invitation Card : "valentine’
- Book Cover : "Tembang Ilalang book cover"
- Poster : ‘Mantenography"
- CD cover : "Pop Corn"
- Corporate ID : "Cangkir" Bottom of Form 2
Dikutip dari ADOI Magazine di sini
Minggu, 28 September 2008
Dari The Punkdhut
Terus terang gue agak memaksakan diri waktu beli dua buku itu di Gramedia, karena kondisi kantong lagi cekak. Tapi apa daya, keduanya keliatan terlalu menarik untuk dilewatkan.
Buku "Jualan Ide Segar", yang bercerita tentang sepak terjang biro iklan Jogja, Petakumpet, cukup berguna buat referensi kampanye salah satu klien kantor gue yang akan membidik pasar daerah (baca: kota-kota selain Jakarta). Copywriter gue juga merasa ter-inspired dan menggunakannya sebagai acuan untuk menulis naskah.
Kemudian buku "Layout: Dasar dan Penerapannya" mengandung beberapa teori yang sebenernya gue udah tau, cuma sering kelupaan. Salah satunya adalah soal elemen2 layout, mana yang perlu ditonjolkan dan mana yang tidak, flow membaca, dll. Sangat berguna dalam membuat desain yang nggak cuma indah tapi juga efektif.
Tulisan dikutip dari sini
Senin, 15 September 2008
Masalah Adalah Peluang Untuk Tumbuh
- George Lucas, Kreator Star Wars -
Jika suatu hari engkau mendapat kabar baik tentang order milyaran atau prospek yang untungnya besar - apalagi kita sedang butuh - biasanya akan terasa seperti mendapat durian runtuh.
Tapi saran saya, terima saja semua prospek - baik atau buruk - dengan biasa saja. Tak perlu over expected, tapi jangan juga dianggap sekedar angin lalu. Kesempatan kerap kali mendatangi kita dengan samar-samar, seperti kupu-kupu. Terlihat sangat indah tapi kalo dikejar sulit sekali. Tapi saat kita melupakannya, tiba-tiba dia hinggap di pundak. Kesempatan sering datang sebagai sang penggoda.
Biarkan semua pintu terbuka, jendela juga, ventilasi udara juga: undang semua kesempatan untuk datang. Buka lebar-lebar pikiran dan biarkan ide mengalir: seganjil apapun. Joe Vitale di bukunya The Attractor Factor menyebut satu teknik untuk mencari solusi dan ide baru sebagai melakukan tindakan terilhami. Artinya: kita hanya mendengarkan apa kata hati nurani saat melangkah, mengarahkan stir mobil mau kemana, berjalan lewat kanan atau kiri. Hanya mengikuti suara hati dan bukan saran dan bujuk rayu orang lain. Kita ikuti saja kemana ilham membawa kita pergi.
Misalnya arah kaki melangkah menuju ke toko buku dan tiba-tiba kita tertuju pada sebuah buku yang covernya jelek dan berdebu tapi tangan kita – entah kenapa - ingin mengambilnya. Ya, ambil saja. Dan coba dilihat dengan positif, mungkin jawaban atas pertanyaan besar yang mengganggu Anda bisa ditemukan di buku itu. Atau kebiasaan saya saat mengalami mental block: saat ide mampet tak bisa mikir saya sering bepergian naik motor untuk sekedar singgah di masjid-masjid yang terpencil di pelosok desa. Lalu sekedar sholat di sana, sedekah semampunya, berdoa dan merenung. Memasrahkan solusi atas masalah saya kepada-Nya.
Seringkali sekelebat ide penyelesaiannya muncul, atau jikapun tidak: otak lebih tenang dan lebih jernih dalam melihat persoalan yang semula seolah tanpa solusi. Juga lebih rileks.
Saya percaya, di dunia ini semua masalah ada solusinya. Saya ulangi: semua masalah ada solusinya. Semua masalah! Jika masih buntu juga, artinya kita memang belum memahami masalahnya sampai ke substansi. Sampai ke jantung masalah, sampai ke nukleus-nya. Tapi kadang kita merasa tak mampu, merasa masalah lebih besar dari diri kita. Kita merasa menjadi korban atas suatu masalah yang dititipkan Tuhan, padahal Tuhan hanya ingin menguji. Jika tak mampu menyelesaikan satu masalah setelah kita melakukan yang terbaik sesuai kemampuan kita: berpasrahlah. Tuhan selalu ada saat kita membutuhkan-Nya. Bahkan Ia tak pernah tidur.
Dalam perjalanan sayapun, sering saya merasa waktu saya semakin sempit untuk melunasi hutang mimpi itu. Sampai saya kembali meringkuk di sleeping bag menjelang malam setelah seharian membanting tulang dan tempurung kepala saya untuk mencari solusi, keajaiban belum juga mau datang. Oya, sleeping bag adalah kawan karib saya saat lembur di kantor, sampai sekarang. Saya malah sering didatangi mimpi buruk untuk melengkapi penderitaan saya gara-gara berani bermimpi di alam nyata.
Bangun tidurpun, badan saya sering masih terasa penat. Tapi saya harus terus menjalankan rencana yang lain, bikin output creative tim Petakumpet jadi lebih dahsyat, nyiapin proposal kerjasama, bikin presentasi, penawaran, janjian ketemu orang.
Saya sadar di luar sana ada banyak orang yang akan menolak penawaran saya, melihat saya sebelah mata, menutup pintu bahkan sebelum saya mengetuknya untuk berbagi mengenai indahnya mimpi-mimpi saya. Tapi sesuai hukum alam tentang ketertarikan (law of attaraction), saya harus tidak peduli. Saya harus menyembuhkan luka hati saya seperti Wolverine menyembuhkan sendiri luka-luka di tubuhnya.
Orang-orang tak akan melihat perih di dalam dada Anda dan Andapun tak perlu merisaukan itu. Anda hanya akan jadi korban jika Anda menginginkannya begitu. Don't play the victim. Kita tak mungkin gagal jika kita selalu menolak untuk menyerah.
(Tulisan ini dikutip dari Bab 4 Buku Jualan Ide Segar)
Oleh-oleh Dari Melting Pot
Mimpi yang indah dan sulit. Lho?
Mas Hartono dari UGM dan para hadirin yang gak bisa tidur kebanyakan kopi
Bersama Bapak Kinoy (Owner Biro Desain Reaktor Cinta) sebagai moderator di acara santai penuh humor dan suka cita
Dihadiri juga oleh seorang teman dari Semarang (Mas Danny, berkaos merah)
Mas Kunto (Chief Editor Galang Press) hadir bersama istri. Mas Andika dengan gaya centil menggoda kamera
Para peserta diskusi serius menikmati pembahasan yang tidak serius
Seluruh foto atas kebaikan Mas Iqbal (Rekarupa). Melting Pot dan kopi hitam panas kental tersedia buat diskusi atas kebaikan Mas Andri. Terima kasih yang luar biasa atas dukungan dan bantuannya.
Review Buku Jualan Ide Segar
Penerbit : Galang press
Halaman : 206 halaman
Ada hal yang menarik tentang sebuah ide, ide selalu dibayar mahal dan terlalu mahal untuk dihargai adalah diantaranya. Dan penulis memang lebih condong pada dua hal tersebut. Bagaimana memulai sebuah ide yang segar, kreatif dan selalu teringat buat orang lain? Disinilah M. Arief Budiman,S.Sn mengemukakan pendapatnya tentang bagaimana arti sebuah ide. Ide yang dapat diterapkan dimana saja, baik untuk kita sendiri atau pun hal lain yang berada di sekitar kita.
M. Arief Budiman S.Sn adalah lulusan ISI pada tahun 1999, memulai karir “ iklannya” dengan meracang desain bersama-sama temannya dan akhirnya tempat merancang idenya itu berbuah manis dengen kehadiran Petakumpet, sebuah agency yang tumbuh dengen ide-ide baru serta berhasil memenangkan banyak award untuk beberapa kategori iklan. Sekarang M. Arief Budiman dipercaya sebagai Creative Director Petakumpet dan Ketua Asosiasi Desainer Grafis Indonesia cabang Yogyakarta. Berbagai ide dituangkannya dalam buku bertajuk “jualan ide segar”. Pengalamannya memulai karir dari bawah memang terasa.
Buku ini sendiri bercerita bagaimana memberikan motivasi dan arahan tentang bagaimana menjual ide, bagaimana mempersiapkan ide dan menghasilkan ide menjadi sesuatu yang begitu sangat dihargai. Arief bercerita mulai dari dia bersama-sama teman-temannya membangun karir di Diskomvis ISI Yogyakarta ,hingga menyusun planning apa saja yang harus dilakukan sehingga terjadilah Petakumpet. Arief mengajarkan kepada kita bagaimana membentuk awal sebuah bisnis, memotivasi diri kita sendiri dan dari semua itu mampu menghasilkan hasil yang berupa materil atau pun immateriil.
Terlepas dari banyaknya buku yang bercerita tentang membangun sebuah bisnis atau motivasi diri, buku ini mengajak kita berkaca pada bisnis periklanan, mencoba menggambarkan arti sebuah ide dan juga membangun Yogyakarta, bahwa Yogyakarta bukan hanya tempat mencari ilmu tapi juga mampu menghasilkan ilmu.
Akhir kata buku ini patut dijadikan referensi bagi kita yang ingin berkreatifitas tanpa batas tapi tetap saja dengen nilai-nilai positif yang tertuang sesuai dengen budaya Yogyakarta.
Minggu, 14 September 2008
Tanya Jawab di Melting Pot
- Apa benar rutinitas membunuh kreativitas. Mengapa? Bagaimana dengan terus menerus menggeluti keinginan/idealitas klien? Trus mendesain sendiri lama-lama akan jadi rutinitas. Gimana hayo?
Ya, saya tidak ragu menjawabnya. Tapi rutinitas juga penting: karena dengan rutinitas akan mengasah skill. Tapi rutinitas tanpa jeda akan menumpulkan kreativitas. Begitu begitu terus sepanjang masa. Coba ketik C spasi D. Capek Deehhhh… Rutinitas dalam mendesain harus diselingi dengan inovasi, breaktrough kalo tidak ya pasti bikin boring. Ya desainernya, ya kliennya, ya audiensnya. Jadi emang harus mengambil jarak dari rutinitas, tinggalkan semua pekerjaan harian yang rutin. Ambil tas dan pergilah ke kota-kota asing, ke negeri asing, jadilah orang yang senang dengan hal-hal baru. Jadilah petualang. Saat pulang dan ketemu pekerjaan lama, pastinya ide segar akan ikut terbawa dalam karya selanjutnya. - Pernah gak Mas Arief mengalami hal-hal memalukan? (yang berhubungan dengan mendesain, menghadapi klien ato semacamnya?)
Pernah. Eh maaf, sering. Petakumpet pernah kalah pitch sama Indie Guerillas saat bikin profile sebuah LSM. Ternyata kalah murah. Malu iya, sekaligus bangga: harga kita lebih mahal. Lagi, ngajak taruhan semangkok mie ayam ama anak magang untuk bikin sebuah desain. Tapi kalah dan nraktir mie ayam. Lagi, ikut lomba logo. Eh yang menang Art Director saya sendiri. Malu, jelas! Tapi tetep nggaya… - Kenapa harus ngomongin ide segar? Emang ada ide gak segar? Pembatasnya apa?
Kalo ide nggak segar ya basi Mas. Emangnya ada yang mau beli buku judulnya: Jualan Ide Basi? Pembatasnya: mungkin rasa dan bau. Eh, kita ngomongin ide apa makanan sih? - Kalo bisa dijelaskan kreatif itu sesederhana apaan sih Mas?
Kreatif itu berbeda dan lebih baik dari sebelumnya. Udah sederhana kan? - Bagaimana cara menjual ide segar? Bagaimana memberi harga untuk ide? Menjual ide segar perlu modal?
Cara menjualnya dengan membuat penawaran yang luar bisa menarik, yang different. Sensational offer kata Pak Tung Desem. Harganya suka-suka Anda, yang penting output Anda yang terbaik dan calon kliennya banyak duit. Jualan ide segar gak perlu modal. Niat aja yang tulus, komitmen yang kuat dan konsisten. Duitnya nanti datang sendiri. - Aspek manakah yang paling berperan dalam pembuatan ide segar antara kognitif dan intuisi? Untuk menjangkau perusahaan-perusahaan besar dalam hal penjualan ide tersebut, apakah factor aksesibilitas begitu penting?
Kedua aspek itu saling mendukung Mas, tidak harus salah satu yang dominan. Kreatif doang tapi gak baca brief yang bubar: kliennya pasti marah-marah. Faktor akses atau koneksi penting, tapi bukan yang terpenting. Yang terpenting adalah kualitas output kreatif Anda, yang terpenting adalah Anda capable atau tidak. Jika Anda yang terbaik alias nomor satu, nanti akses ke klien besar akan terbuka sendiri. Mereka akan mencari Anda. - Kenapa babi bau amis?
Nggak tahu Mas. Mungkin karena babinya belum mandi, atau hidung Anda gak pernah dibersihkan. Tapi ngomong-ngomong, Anda tahu kan bedanya bau babi ama ikan? Coba dicium lagi untuk memastikan… - 1001. Nomor hoki apa hanya sekedar nomor yang muncul di tempat ndlesep (Gedongkiwo)?
Ya, ini kebetulan Mas. Alamat kantor lama kita emang nomernya 1001, untungnya bukan 1003 (seribu tiga: kesannya murah banget). Tapi sekarang kita udah pindah di Jl. Kabupaten 77B Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta. Semoga di tempat baru hokinya lebih gede. - Ngimpiku biar basah terus gimana coba? Tenggelam dalam basahnya mimpi gak enak kali ya?
Biar basah terus, tidurnya di bawah kran air Mas. Saat mulai ngantuk, krannya dibuka. Saya belum pernah tenggelam dalam mimpi basah, tapi jika Anda terus menyalakan kran sampai 3 hari dan terus nyenyak di bawahnya mungkin akan tahu rasanya seperti apa. Nanti cerita ke saya ya, tenan lho… - Apakah Anda yakin dunia kreatif (creative economy) di Indonesia dapat terus berkembang? Apakah creative economy mampu mengangkat bangsa kita? Misalkan kita mempunyai banyak karya, apakah efektif jika kita mematenkan semua karya tersebut?
Yakin. Ya, pasti. Tergantung jenis karyanya Mas/Mbak. Jika berpotensi untuk dibuat massal dan layak dijual tentu pantas dipatenkan. Tapi jika hanya karya personal ya tak perlu repot-repot ke paten. Tapi ya monggo lho jika mau dipatenkan semua, boleh kok… - Mas, seberapa jauh riset mengenai iklan yang akan dibuat? Aspek apa saja yang diperhatikan?
Riset penting. Terutama jika wilayah komunikasi iklannya luas dan menjangkau audiens yang jumlahnya besar. Misalnya seluruh Indonesia. Aspek terpenting riset adalah harus mampu membaca kondisi riil market sehingga mendekati kenyataannya. Saat di jadikan pedoman bikin komunikasi visualnya bisa pas, iklannya pun jadi efektif.
Demikianlah jawaban singkat saya semoga bisa memenuhi keingintahuan Anda semua. Mohon maaf jika terdapat kekurangan, kita ketemu lagi di forum yang lebih membahagiakan kelak. Terima kasih juga buat Kinoy (Lalu Rizky Rahman) yang telah memoderatori acara ini dengan sangat baik luar biasa. Emang bakat deh lo Noy...
Sabtu, 13 September 2008
Jualan Ide Segar di Gramedia Sudirman Jogja
Jumat, 12 September 2008
Mandiri Dengan Kreativitas

Penuh pencerahan dan motivasi! Buku ini hendak membongkar cara berpikir mapan yang telah memperangkap hidup kita selama ini. Membongkar dan menghapusnya dari ruang nalar kita yang telah kabur karenanya.
Senin, 01 September 2008
Jadual Diskusi dan Bedah Buku

Berikut beberapa jadual diskusi, talk show atau bedah buku yang udah masuk di Bulan Ramadhan (September) sekaligus menjawab beberapa imel yang menanyakan ke saya kapan ada diskusi buku Jualan Ide Segar:
- Bedah Buku Jualan Ide Segar (M. Arief Budiman) dan Mata Hati Iklan Indonesia (Sumbo Tinarbuko) di Diskomvis FSR ISI Yogyakarta. Kamis, 11 September 2008 jam 15.00 - 18.00 WIB. Juga menampilkan Sujud Dartanto sebagai pembahas. Untuk Mahasiswa ISI Jogja dan Umum (Free)
- Talk Show Jualan Ide Segar di Gramedia Sudirman Yogyakarta, 13 September 2008, 13.00 - 15.00 WIB, moderator mas Kunto (Galang Press)
- Ngopi Bareng Penjual Ide Segar di Melting Pot, Sabtu, 13 September 2008, 20.00 - 22.00 WIB, Untuk Umum HTM Rp 15.000,- (Free 1 cup Coffee)
- Sarasehan Keajaiban Berbisnis Ide di ADVY (Akademi Desain Visi Yogyakarta), Senin, 15 September 2008, 09.00 - 12.00 WIB, untuk Mahasiswa ADVY (Free
Yang segera menyusul adalah Diskusi dan Bedah Buku di Jurusan Komunikasi UGM, semoga juga bisa terlaksana di Bulan September ini.
Buat temen-temen silakan hadir untuk meramaikan proses belajar kreatif yang tentu saja sangat fun dan menyenangkan. Oya, juga pasti ajaib!
Minggu, 31 Agustus 2008
Nongkrong di Best Seller

Kamis, 28 Agustus 2008
Buat yang di Jl. Kaliurang

Rabu, 27 Agustus 2008
Sebuah Kabar Dari Malang
Begini Mas, 3 hari yang lalu dari hari ini saya jalan-jalan ke TB Gramedia, niat saya kesana mau cari buku "How Do They Think"-nya mosher. Pas saya search di sana,eeeh...Lha kok gak ada,saya putus asa deh... Trus saya balik jalan mau pulang-tapi masih muter stand buku-buku baru,saya lihat ada buku warna orange dengan jeruknya yang memikat itu sambil berjudul "Jualan Ide Segar"..
Tak banyak pertimbangan lalu saya angkat satu buah, saya baca cover depan dan belakangnya.. Lha kok ada fotonya sampeyan sama agak malu-malu gituw.. Lebih detail lagi saya baca samplenya.... Dan gak butuh waktu lama untuk membawa buku ini ke kasir. Trus langsung pulang dan merusak sampul plastiknya....dan kemudian saya buka lembar per lembar dengan nafas yang cepat!!!...hhh hhhh hhhh hhh
GWILAA MAZH!!!!..
Buku ini membuka wawasan saya! Mengedukasi saya! Sekaligus membakar semangat saya akan cita-cita saya!! Di sini saya tahu - kurang lebih - bagaimana kehidupan sebuah Creative Agency yang jadi mimpi saya selama ini!!!
Saya masih 21 tahun, mimpi saya 10 tahu ke depan pengen jadi kayak Mas Arief!!! Saya hanya lulusan D1 Desain Grafis di Malang, mau nglanjutin kuliah S1 tapi gak ada duit, terpaksa saya sekarang kerja jadi tukang setting serabutan di sebuah perusahaan digital printing yang baru 3 tahun memulai bisnis ini.
Tapi... setelah saya baca buku ini,Mas Arief sungguh sangat membakar semangat saya dan menyapu bersih satu hektar keminderan saya!!!!... Membuat saya lebih yakin akan apa yang jadi pilihan dan cita-cita saya untuk jadi BOS dari Creative Agency di kota Malang - yang masih kurang sekali respect-nya terhadap nilai suatu desain!!!!
Mas Arief juga menginspirasi saya bahwa kuliah itu bukan jaminan mutlak... (padahal tadi malam saya baru coba tanya-tanya sama teman saya,sekarang yang dibutuhkan korporat minim D3 atau S1 - sempat membuat saya minder dan putus asa).
Tapi saya yakin, ini adalah mukjizat Tuhan..yang telah memakai Mas Arief untuk membuat saya lebih bersemangat dan yakin untuk meraih impian saya!!!...
Trimz ya Mas!! udah banyak mentransfer energi-energi positif dalam diri saya!!!.. Oyah...saya dukung sepenuhnya mimpi Mas Arief jadi banyak duit kayak om Bill Gates!!! Ato jadi topik utamanya FORTUNE!!!..
Tapi jangan lupah sama saya kalo udah berduit banyak, yaa... Paling tidak kasih subsidi gitu lah...buat CA saya Hahahaha hahahah haha hakhkhkh!!$# Kalo kapan-kapan saya mau tanya-tanya ato minta saran dari Mas boleh kan?.. Gak bayar kan...?hehehehehhe...^,^ Skali lagiy trimakasih buwanyaaaghh lho Mas Arief!!!...
God Bless Mas Arief & Petakumpet sekeluarga!!! Amin.
Sabtu, 23 Agustus 2008
Dirga Primadian , Malang
massive1703@yahoo.co.id
Notes:
Email ini dimuat di sini atas seijin pengirimnya. Terima kasih Mas Dirga telah mau berbagi, tentu saja saya boleh dimintain saran sebanyak-banyaknya: saran itu gratis. Saya akan dengan bahagia men-support anak-anak muda yang bercita-cita tinggi. Dan ini juga berlaku buat Anda semua para pembaca website ini: Buku Jualan Ide Segar adalah upaya saya dan teman-teman Petakumpet untuk berbagi yang kita bisa. Dengan bergerak bersama ke masa depan, kesuksesan bukan lagi pilihan, tapi keniscayaan.
Minggu, 24 Agustus 2008
Ngapain Ikut Ajang Creative Award?
Jawabnya bisa sederhana, bisa pula kompleks: tergantung kita melihatnya dari sudut sebelah mana.
Ada kecenderungan menarik di daerah yang mungkin berbeda sekali situasinya dengan di Jakarta. Mayoritas biro iklan daerah, masih hidup dengan hanya mengandalkan diskon pemasangan iklan di media. Apresiasi yang masih rendah di kalangan para pengguna jasa promosi dan periklanan juga menjadi barrier yang cukup tinggi bagi pengembangan kreativitas biro iklan. Menjadi pekerjaan rumah yang harus cepat dipecahkan.
Salah satunya adalah dengan mengadakan Kompetisi Kreatif baik lokal maupun nasional. Agar tercipta jaringan kerjasama yang kompetitif sekaligus sinergis di antara agency, karena kompetisi dan sekalihgus kebersamaan adalah kunci untuk mendapatkan kualitas yang lebih tinggi.
Kompetisi ini juga sangat penting untuk makin mendekatkan jarak kemampuan kreatif insan daerah dengan kakak-kakak kelasnya di Jakarta, terutama perusahaan periklanan multinasional yang memang telah cukup matang dan lebih siap infra strukturnya. Parameter standarisasi kreatif iklan daerah mulai ditegakkan, sehingga diharapkan grafik kualitasnya akan terus meningkat dari tahun ke tahun.
Kompetisi diperlukan agar setiap agency tertantang untuk selalu menjadi yang terbaik, daripada kompetitornya maupun dirinya sendiri di masa lalu. Kompetisi di tingkat yang lebih tinggi telah menghasilkan para juara di kelasnya masing-masing: Oscar, Cannes, Nobel, Pullitzer untuk menyebut beberapa puncak kompetisi tingkat dunia.
Kriteria Award
Dalam setiap kompetisi kreatif biasanya ada kriteria penilaian khusus yang berbeda dengan kompetisi kreatif lainnya. Tapi secara umum, unsur-unsur yang dinilai hamper sama, perbedaan utamanya seringkali pada bobot penilaian (dalam persentase) dari masing-masing unsur tersebut. Berikut penjelasannya:
- Potensial Ide
Yang dinilai adalah orisinalitas ide, kemungkinan untuk ide ini bisa dikembangkan ke level yang lebih tinggi serta kesesuaian ide ini dengan solusi atas client brief. Ide unik yang bisa menjawab paling tepat kebutuhan client brief tentu akan mendapatkan nilai tertinggi
- Kekuatan Komunikasi
Tanpa komunikasi, maka iklan tidak akan pernah berguna: sekreatif apapun bentuknya. Penilaian di sini lebih menyangkut aspek bahasa komunikasinya (visual, audio maupun teks) yang sesuai dengan target audiens yang dibidik.
- Craftmanship
Aspek ide dan kekuatan komunikasi akan dikombinasikan dengan kekuatan kreatif untuk mengeksekusi iklan tersebut secara perfect, sesuai konsep kreatif yang dibawa. Jadi teknik visualisasi kreatif seperti fotografi, ilustrasi, tipografi maupun komposisi memegang aspek yang sangat penting di sini. Detail craftsmanship yang terjaga akan membuat ide komunikasi iklan makin meningkat penetrasinya.
Scam Ad. di Awarding
Jika sebuah kompetisi kreatif telah berlangsung beberapa kali niscaya akan muncul sebuah kecenderungan dalam output list pemenangnya. Pemenang Pinasthika misalnya, memiliki nafas yang berbeda dengan pemenang Citra Pariwara atau Layang Kancana. Pemenang Adsfest ‘taste’nya berbeda dengan pemenang Cannes, New York Festival atau Clio.
Beberapa kecenderungan macam scam ad. (atau dihaluskan menjadi initiative ad.) sering mengisi kompetisi kreatif tidak saja di kelas gurem tapi juga yang telah berstandar internasional. Terlepas dari faktor etis nggak etisnya upaya tersebut, saya pribadi memandang perlu sebagai media pembelajaran bagi agency-agency pemula untuk memaksimalkan energi kreatifnya dalam iklan scam ad. tersebut, sebelum mereka mendapat real clients yang bersedia membayar dengan harga yang pantas atas ide-ide kreatif yang diciptakan.
Berkompetisi di Creative Award
Tantangan kompetisi yang lebih besar lagi tergelar di depan mata, meskipun kita masih terperangkap dalam keterbatasan kemampuan yang ada. Minder adalah alasan paling klasik bagi orang daerah sehingga bersembunyi di kolong tempat tidur, ogah naik ring karena takut kalah.
Memilih tidak mengikuti kompetisi iklan di tingkat yang lebih tinggi, mungkin akan membuat hidup kita di daerah jauh lebih tenang. Tak perlu repot-repot buka website untuk melacak perkembangan iklan terbaru, tak perlu mengirim staf ke seminar kreatif, tak perlu ikutan Creative Workshop, tak usah ke Thailand menghadiri Adfest atau bayar mahal-mahal nonton Clio Award. Yang penting bisnis itu untung, untung, untung. Tapi apakah kita puas hanya sampai di sini?
Sekedar untuk introspeksi: apakah tujuan kita bekerja dari pagi sampai sore – kadang ditambah lembur – itu karena passion untuk mendapatkan output kreatif terbaik ataukah sekedar untuk mendapatkan keuntungan (baca: uang) semata?
Saatnya keluar dari kolong tempat tidur. Untuk bercermin. Dan menyiapkan diri bertanding.
(Ditulis Ulang dari Bab 5 Buku Jualan Ide Segar)
Jumat, 22 Agustus 2008
Promo Versi Ide di Jalanan
Kamis, 21 Agustus 2008
Manajemen Mood
Saya punya pengalaman buruk menyangkut manajemen mood. Saya pernah gagal mengisi rubrik Salvo di edisi 4 Blank! magazine (alm.) gara-gara ide yang macet meskipun telah nongkrong di depan komputer dan baca buku macem-macem, seminggu penuh. Saya tidak tahu harus diapakan seluruh bahan yang sudah terkumpul itu. Pada detik terakhir deadline, akhirnya saya menyerah dan rubrik tetap itupun sukses tergusur artikel yang lain.
Satu lagi ketika menyiapkan tulisan ini, lama sekali saya memikirkan tulisan yang pas sampai kemarin malam saya masih belum tahu mau nulis apaan. Apalagi mikirin ilustrasinya mau pake apa. Barulah menjelang deadline, saya dipaksa oleh kondisi waktu yang tinggal sedikit itu sedemikian rupa sehingga katup yang membuatnya buntu tiba-tiba jebol tanpa saya tahu bagaimana prosesnya. It’s just happened. Saya cuma tahu dari bukti otentiknya: tulisan ini bisa tersaji di hadapan Anda sekalian.
Nah, saya yakin mereka yang mengaku (atau tidak mengaku) dirinya kreatif pernah mengalami kebuntuan semacam itu, seperti pengarang yang kehilangan kata atau pelukis yang kehilangan imajinasi warna. Bagaimana mengatasinya?
Yang harus saya ingatkan sebelumnya adalah, mood tidak bisa didatangkan serta merta kapanpun ia dibutuhkan. Yang bisa kita lakukan adalah menciptakan kondisi-kondisi dimana mood itu mudah muncul untuk selanjutnya bisa menghidupkan élan kreativitas kita. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, diantaranya:
Menentukan Tujuan yang Jelas
Dalam memecahkan masalah, akan lebih simple jika kita memahami batasan-batasannya. Sehingga kita tidak berfikir terlalu luas. Kita bisa berfokus pada upaya problem solving jika tujuan yang akan kita capai jelas. Tujuan itu akan memandu otak kita secara sadar maupun tak sadar untuk mencari jalan keluar atas permasalahan yang kita hadapi. Ide atau solusi akan datang seperti sebuah cahaya yang menerobos lubang kecil dalam sebuah ruang yang gelap. “Eureka!” kata Archimedes.
Menyelesaikan Pekerjaan Sampai Tuntas
Penyakit yang bisa menimbulkan kebuntuan ide adalah kebiasaan menunda-menunda pekerjaan. Atau melaksanakannya setengah-setengah. Terutama jika ada beberapa pekerjaan yang sedang kita laksanakan bersamaan. Tanpa prioritas yang tepat, ini semua akan menjadi beban yang menghalangi otak berpikir jernih sehingga kebingungan mana yang harus diselesaikan lebih dahulu. Semakin banyak pekerjaan yang bisa kita tuntaskan sesuai sesuai jadual, semakin ringan beban otak kita dan mood-pun akan lebih sering muncul. Menunda pekerjaan, no way!
Menciptakan Atmosfir Kreatif
Penting juga untuk menciptakan suasana kerja dan lingkungan yang kondusif agar mood bisa sering datang. Atmosfir kreatif itu akan membuat fisik dan psikis kita menjadi nyaman dan tidak tertekan. Ada yang mengatakan bahwa ruang kerja yang berantakan menandakan seseorang itu kreatif. Saya tidak menyalahkan penilaian tersebut, asalkan penghuni ruangan itu tidak mengalami kesulitan ketika mencari ballpoint, macbook atau halaman buku tertentu akibat banyaknya barang lain yang berserakan.
Karena kebersihan dan kerapian tempat kerja akan sangat berguna untuk merangsang otak kita menata file informasi di dalamnya sehingga mudah diakses kapanpun kita butuhkan. Karena rapid an teratur, tempatnya jadi mudah dilacak. Analoginya hampir sama dengan harddisk yang sering di-defrag dengan yang tidak.
Berfikir Berbeda
Berhubungan dengan ruangan yang bersih dan tertata, tidak ada salahnya juga pada suatu ketika sengaja dibikin berantakan jika telah mulai menimbulkan kebosanan. Ruangan tersebut bisa ditata ulang dengan cara yang berbeda, untuk menumbuhkan tunas mood yang baru. Manusia kreatif adalah makhluk yang dinamis, yang tidak begitu nyaman dengan rutinitas yang itu-itu saja.
Sekali waktu, pergilah ke tempat yang belum pernah dikunjungi, saksikan film-film indie dari Afrika atau Italia (yang non Hollywood), duduk sendirian di tengah lapangan sepak bola, berbicara dengan orang asing, tidur di kamar mandi, avonturir dari kota ke kota lain tanpa bekal, dan lain sebagainya. Agak aneh mungkin buat orang kebanyakan, tapi hal-hal seperti ini akan menyegarkan otak kita dengan, serta melatihnya untuk melihat sesuatu dengan perspektif yang berbeda.
Saya menonton film Jerry Maguire-nya Tom Cruise sekitar sepuluh kali. Ada banyak adegan, perkataan atau ekspresi wajah unik yang terlewatkan ketika saya baru menontonnya pertama kali. Saya bisa menemukan ‘keindahan’ itu setelah menontonnya berkali-kali. Dan memikirkannya dengan cara yang berbeda.
Berani Gagal
Tidak semua gagasan kreatif bisa diwujudkan dengan baik. Kegagalan adalah hal yang manusiawi dan dapat menjadi pelajaran terbaik. Dibutuhkan toleransi yang cukup atas kegagalan sehingga kita bisa mencapai kesuksesan di kesempatan berikutnya. Kegagalan tidak menjadi persoalan yang besar, selama kita telah melaksanakan yang terbaik semampu kita.
Bill Gates (Chairman Microsoft Corp.) pernah mengatakan: When you’re failing, you’re forced to creative, to dig deep and think hard, night and day. Every company needs people who have been trough that, who have made mistakes and then made their mistakes as a great lesson to be better. Jika engkau gagal, engkau akan dipaksa untuk jadi kreatif, untuk menggali lebih dalam dan berfikir lebih keras, siang dan malam. Setiap perusahaan membutuhkan orang-orang yang pernah gagal, yang membuat kesalahan dan menggunakan kesalahannya itu sebagai pelajaran terbesar untuk jadi lebih baik.
Gimana? Udah dapet ide baru lagi? Belum? Kalo begitu coba dibaca lagi dari awal.. He he he :)
(Dikutip dari Bab 3 Buku Jualan Ide Segar)




