www.jualanidesegar.com
Kembangkanlah kemampuanmu setinggi mungkin sehingga Tuhan pun akan berkonsultasi dulu denganmu sebelum menentukan takdir-Nya untukmu (M. Iqbal)
Kamis, 13 Januari 2011
Wedangan ADGI Jogja di BBY
| Reaksi: |
Sabtu, 08 Januari 2011
Jualan Ide Segar di Filipina
| Reaksi: |
Presentasi Launching Buku Jualan Ide Segar
| Reaksi: |
Begini Lho Seharusnya Brainstorm
Spesies apa sih brainstorm itu?
Brainstorm adalah kelompok diskusi spontan untuk menghasilkan ide dan solusi atas masalah.
- Oxford American Dictionaries -
Ngapain kita mesti melakukan brainstorm?
- Untuk menciptakan inovasi terbaru
- Cara terbaik untuk mendapatkan ide terbaik
- Membuat proses tukar pikiran menjadi menyenangkan
- Mengasah otak kreatif
Cara untuk mendapatkan ide terbaik adalah dengan mencari ide sebanyak-banyaknya
Siapin Brief
Brainstorm tidak akan pernah bisa menghasilkan kesuksesan di ruang hampa
- Ethan Rasiel,The McKinsey Way -
Brief adalah yang terpenting dan harus ada di awal. Tanpa brief, tak usah brainstorm. Nanti malah ngobrol ngalor ngidul, tak ada mandatory dan fokusnya. Brief akan mengarahkan para peserta sehingga diskusi bisa beralngsung efektif dan fokus pada tujuan. Bagaimanapun, brainstorm bukan arisan RT yang berfungsi mengakrabkan tetangga. Brainstorm harus menemukan solusi. Gimana caraya? Pahami dulu luar dalam masalahnya, ya di brief itu. Yang oleh setiap peserta harus dibaca, dibaca, dibaca.
Kumpulkan Peserta
Kumpulkan orang-orang yang berbeda, nggak cuma yang ahli doang. Sediakan mereka informasi dan data yang dibutuhkan (sebaiknya tidak cuma tertulis, bisa gambar, slide show atau bahkan observasi di luar). Jumlah ideal pesertanya antara 3-12 orang. Kurang dari itu terlalu sepi, lebih dari itu malah jadi rembug desa atau rapat dengar pendapat DPR. Suasananya rame karena beda pendapat dan habis biaya banyak, tapi tak ada hasilnya.
Mengatur Tempat dan Fasilitas
- Nyaman, sehingga setiap peserta bisa rileks dan merasa lepas
- Ada snack yang dimakan, ada minuman yang disruput. Tambah buah? Good!
- Ada yang property unik atau aneh untuk menciptakan atmosfer sesuai tema brainstorm
- Ada alat tulis, alat gambar juga whiteboard
- Tak harus di dalam ruangan, di taman belakang kantor juga OK
Proses
Masalahnya itu bukan bagaimana menemukan ide baru yang banyak, tapi bagaimana mengeluarkan ide kuno dari sana.
- Dee Hock,Visa International –
Tips Saat Brainstorm:
- Kita butuh ide-ide baru, tapi ketatlah dalam menegakkan aturan
- Tulislah apa yang peserta sampaikan, persis seperti yang mereka ucapkan
- Dapat ide jijay, norak dan super wagu? Sampaikan dengan lantang!
- Udah dapet ide dengan jumlah yang cukup? Nah, sekarang waktunya disaring!
- Idenya baik atau buruk? Coba dicocokin penilaiannya ama brief.
Permasalahan:
- Targetnya ide dalam jumlah tertentu, biasanya lebih banyak dari yang dibutuhkan sehingga kita bisa memilih
- Waktu yang tersedia (rata-rata brainstorm yang efektif antara 30 sampai 120 menit (2 jam)
- Pendekatannya dengan jumlah dulu, bukan kualitas
- Sama sekali dilarang untuk melarang.
- Ide yang aneh justru sangat diharapkan.
- Tidak ada ide dari peserta yang dianggap salah.
- Meminjam ide dari bidang yang lain, di luar bidang kita.
- Menyampaikan ide pada saat brainstorm, bukan setelahnya.
What Next? Setelah Brainstorm ngapain?
Kita presentasikan kepada seluruh peserta/tim hasil brainstorm-nya. Kita pastikan bahwa semua peserta mengerti, memahami dan menerima hasilnya adalah yang terbaik saat itu. Jadi setiap peserta merasa dirinya adalah bagian dari keputusan itu sehingga jika nanti terlibat sebagai eksekutor bisa sepenuh hati mengimplementasikannya. Jika kita brainstorm untuk suatu project desain grafis atau periklanan tentu proses berikutnya adalah mengeksekusi ide yang didapatkan di ruang brainstorm.
Oya, sebelum menutup brainstorm, jangan lupa bilang tenkiu (biar pesertanya gak kapok jika diajak lagi.
Selamat dipraktekkan, semoga berbuah ribuan ide-ide segar. He he he…)
Notes: beberapa image di atas sebagian bahannya pinjem dari googling internet yang saya agak lupa alamat url-nya
| Reaksi: |
Jumat, 07 Januari 2011
Yuk Join Petakumpet Recruitment
Deadline pengiriman aplikasi: 15 Januari 2010, diemail ke: hrdpetakumpet@yahoo.com. Follow @petakumpet di Twitter untuk info selengkapnya, search di Google dengan keyword: #city4creativity
| Reaksi: |
Kamis, 06 Januari 2011
Yang Mau Gabung di Kediri
| Reaksi: |
Sabtu, 02 Oktober 2010
Company Profile Petakumpet
| Reaksi: |
Sabtu, 28 Agustus 2010
Download GRATIS: Kuliah di Tempat Kerja
Download GRATIS: Cebu in My View
Download GRATIS: Keajaiban Creativepreneur
Download GRATIS: Membangun Brand Terpercaya
Download GRATIS: Client Brief To Creative Brief
Download GRATIS: Building Creative Industry
Kamis, 08 Juli 2010
Buku Jualan Ide Segar GRATIS
Ceritakan sedikit tentang cita-cita Anda.
Yg terpilih harus mengirimkan alamatnya di Sulawesi, Kalimantan atau Papua. Saya tunggu sampai hari ini, Jumat 9 Juli 2010 jam 12.00 WIB. Yuk :)
Senin, 21 Juni 2010
Shooting Acara Tatap Muka TV One
| Reaksi: |
Rabu, 27 Januari 2010
Tanpa Modal Memulai Bisnis Kreatif
Misalnya: periklanan, desain, arsitektur, pasarseni dan barang antik, kerajinan, fesyen, film, vedo, fotografi, permainan interaktif, music, seni pertunjukan, penerbitan dan percetakan, layanan computer dan perangkat lunak, televise dan radio serta riset dan pengembangan (Sumber: Studi Industri Kreatif Indonesia 2007, Departemen Perdagangan RI)
Ok, kita langsung terjun ke praksis.
Apa yang dijual Microsoft? Apa yang dijual Apple? Apa yang dijual Ideo? Apa yang dijual Beatles? Apa yang dijual Slank? Apa yang dijual Garin Nugroho? Apa yang dijual Laskar Pelangi? Apa yang dijual Petakumpet?Ide. Ide?
Ya! Microsoft menjual software yang menggerakkan lebih dari 80% hardware komputer – dalam berbagai bentuknya – di muka bumi dengan ide jeniusnya. Apple menggabungkan kekuatan walkman, komputer portable dan download lagu via internet menjadi Ipod, lalu merevolusi telepon seluler dengan Iphone. Ideo menjual ide kreatif sebagai solusi atas permasalahan perusahaan-perusahaan yang menjadi kliennya, dari alat pacu jantung, mouse komputer, kereta dorong sampai mainan anak-anak. Beatles menjual gayanya yang khas dan lagu-lagunya yang easy listening ke seluruh dunia. Slank-pun jualannya sama, grup band ini begitu unik, tidak mengikuti aturan konvensional, dengan lagu-lagu bernafas pemberontakan atas status quo khas anak muda. Dan Garin menjadi seniman film dengan cerita yang kuat, menyentuh dan penggarapan artistik yang luar biasa.

gambar di: bokunosekai.wordpress.com/2008/09/
Fenomena kesuksesan mereka itu bahan bakunya gratis. Modalnya minim bahkan hampir nol. Harga jualnya bisa tak terbatas.
Tidakkah itu luar biasa?

Pandangan riil adalah pandangan yang kita lihat lewat kedua mata kita. Jika di depan kita ada sebuah tanah seluas 1 hektar, maka tanah itulah yang terlihat. Semua orang akan melihatnya sama: karena semua orang menggunakan - hanya - matanya.Tapi ada baiknya jika kita tidak menggantungkan sepenuhnya penilaian atas pandangan mata yang bersifat fisik ini. Karena pandangan visual ini bukan satu-satunya. Lagipula kemampuannya pun – karena sifatnya yang physical – menjadi terbatas. Mata hanya mampu melihat realitas: menyerap kenyataan seperti adanya.
Pandangan potensial adalah imajinasi kita atas suatu kenyataan. Dan inilah pembeda terbesar dari seseorang yang sukses luar biasa dan yang suksesnya biasa-biasa saja. Pandangan potensial melompati ruang dan waktu. Pandangan ini membuat seseorang memiliki visi tentang masa depannya. Seorang visioner mampu melihat 5, 10 tahun atau bahkan lebih jauh lagi, membayangkan kondisi ideal sampai detailnya dan membuat rencana-rencana sistematis untuk mewujudkannya.
Seseorang bisa melihat lahan satu hektar sebagai tempat ideal untuk membangun perumahan mewah atau real estate. Yang lain melihatnya sebagai hamparan padi di sawah yang menghijau. Yang lain melihatnya sebagai laboratorium yang untuk eksperimen obat-obatan tingkat dunia. Yang lain melihatnya sebagai masjid yang dikunjungi berduyun-duyun jamaah setiap waktu sholat tiba. Seribu satu kemungkinan bisa terwujud hanya dari satu kenyataan yang sama.
Karunia Tuhan yang ajaib bernama imajinasi yang dihasilkan otak itulah yang menjadi modal dasar kesuksesan kita: kemampuannya tak terhingga untuk mewujudkan impian kita yang luar biasa.
Memulai Bisnis Kreatif
Ok, ini bukan jawaban seorang akademisi. Ini adalah sudut pandang seseorang yang belajar bisnis di jalanan.
Saya akan cerita sedikit tentang Petakumpet: perusahaan yang katanya suka jualan ide segar. Sebagai salah satu finalis Dji Sam Soe Award 2006, dengan 350 lebih klien dan 89 national creative award winning di gudangnya, Petakumpet (http://www.petakumpetworld.com/) dimulai dari sekumpulan mahasiswa Diskomvis FSR ISI Yogyakarta 1994 yang kepepet, rejeki seret dengan pengetahuan manajemen nol besar. Tak ada modal uang, hanya seperangkat komputer 486 DX, printer, scanner, kuas, airbrush, compressor, yang semuanya dikumpulkan dari menyisihkan keuntungan bikin spanduk, sablon sampai ilustrasi manual. Oya, ditambah dengkul baja serta kepala batu.
Segalanya bermula dari mimpi sederhana tapi sering dianggap gila: dimuat di cover majalah Fortune (http://www.fortune.com/) sebagai The Most Admired Company in The World. Berlebihan dan norak? Biar saja, kita toh tak berhutang apapun pada orang yang tak percaya mimpi kita, seliar apapun. Mimpi itu saudara kandungnya ide: dua-duanya gratis. Jadi mengapa kita tak mimpi yang tinggi sekalian mumpung gratis? Betul?
Membangun bisnis ide tak tergantung dari seberapa besar modal fisik yang kita miliki (modal uang, teknologi, tempat, dsb.) tapi pada keyakinan, komitmen dan kreativitas kita untuk melakukan hal-hal yang diperlukan agar sukses. Bisnis ide yang adalah bisnis yang sangat murah, meskipun bukan bisnis yang paling mudah.Tapi tak perlu kuatir! Tak ada hal yang begitu sulit sehingga tak bisa dilakukan. Kata iklan sebuah brand sepatu: Impossible is nothing! Sebagai calon atau sudah jadi creativepreneur, jadikan ini sebagai keyakinan.
Kita bisa langsung bikin usaha dan melakukan perbaikan praktek bisnis sambil jalan. Learning by doing. Yang diperlukan di awal hanya keberanian. Jangan menunggu segala sesuatunya sempurna. Ambil resiko dengan penuh keberanian. Keberanian itu gratis, kita tak perlu membayar untuk memilikinya.
Nah tunggu apalagi? Mulailah sekarang.
Senin, 14 Desember 2009
Creative Sharing di Airbrand
| Reaksi: |
Senin, 10 Agustus 2009
Lupakan Sukses di Masa Lalu
Interview untuk katalog Pinasthika 2009
Ditemui di sela-sela kesibukannya di Jakarta, M. Arief Budiman (Executive Creative Director Petakumpet) menjawab beberapa pertanyaan dari tim Pinasthika tentang perkembangan agency-nya setelah meraih The Most Creative Agency Baskara dan The Most Creative Graphic Design Agency tahun 2008 lalu. Berikut laporannya:
Pinasthika (P): Apa kabar Mas? Lagi sibuk banget kayaknya?
Arief (A): Ah, biasa aja. Kebetulan saja klien yang di-handle ini sedang ada event nasional sehingga koordinasinya lebih mudah jika dilakukan di Jakarta.
P: Jadi pekerjaannya pindah ke Jakarta nih?
A: Tidak, tidak, tidak. Kita hanya mengaktifkan Representative Office kok, semua pekerjaan kreatif dilakukan di Jogja. Alhamdulillah perkembangan internet yang luar biasa telah mempermudah banyak proses kerja kita, baik via email, upload, download maupun yang lainnya.
P: Bagaimana pandangan Petakumpet terhadap sebuah award?
A: Kalau kita terbiasa menghasilkan karya kreatif dengan kemampuan terbaik kita, maka yang namanya award itu cuma bonus. Jika yang kita hasilkan mendapatkan apresiasi berupa award, itu hanya bonus. Yang terpenting adalah bahwa kita harus senantiasa bisa mengalahkan diri sendiri sebagai kompetitor terbesar, melupakan kesuksesan di masa lalu, menghasilkan sesuatu dengan lebih baik lagi.
P: Adakah target tertinggi dalam pencapaian sebuah award?
A: Standar pencapaian kreatif tentu saja selalu harus ditingkatkan. Apakah itu bentuknya Pinasthika, Citra Pariwara, Cannes Lions, Clio, ataupun Adfest Asia Pacific Adfest - itu sudah masuk dalam list kita - tapi sekali lagi bukan itu tujuannya, itu hanyalah benchmarking dari standar kualitas ataupun output kreatif kita dalam industri ini. Upaya meraih award itu sesungguhnya adalah perjuangan yang dilakukan setiap hari, tidak hanya ketika sedang terjadi kompetisi atau festival saja.
P: Apakah banyaknya order ini efek dari mendapatkan The Most Creative Agency tahun lalu?
A: Ya, Pinasthika merupakan media terbaik bagi agency manapun untuk bisa stand out, keluar dari kerumunan agency-agency lainnya dalam hal creative achievement. Saya kira tidak cuma Petakumpet, banyak agency lainnya juga mendapat manfaat terbangunnya brand agency karena pencapaian mereka yang bagus di kompetisi kreatif ini.
P: Ok Mas, ngomong-ngomong apa sih cita-cita Petakumpet ke depan?
A: Mencapai cita-cita adalah satu hal yang harus diperjuangkan, seperti misalnya di Pinasthika mendapat predikat Agency of the Year. Atau dalam jangka panjang: menjadi The Most Admired Company in The World dan jadi cover di Fortune Magazine.
Tapi belakangan saya tahu bahwa yang terindah itu bukan mendapatkan yang kita impikan, tapi meneruskan yang kita dapatkan kepada yang lebih membutuhkan.
P: Wee… dalem nih, btw setelah apa yang dicapai Petakumpet, sebenarnya mau diarahkan ke mana lagi sih Mas pencapaiannya?
A: Pada tahun 2006, dalam presentasi saya di final International Young Creative Entrepreneur saya pernah menuliskan: Someday Creative Industry will lead entire industry. Bahwa suatu hari nanti industri kreatif - dimana Petakumpet berada di dalamnya - akan menjadi leader bagi keseluruhan industri, sesuatu yang sampai sekarang masih jauh dari kenyataan. Tapi saya yakin bahwa perusahaan di masa depan adalah perusahaan yang mendasarkan pengembangannya pada kreativitas dan bukan sekedar pada teknologi atau backbone yang lain. Karena kreativitas adalah kunci bagi perusahaan untuk mampu memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
P: Setiap perusahaan mengalami naik dan turun kan ya Mas. Apa yang menjadi bahaya terbesar bagi Petakumpet?
A: Yang paling berbahaya bagi sebuah perusahaan yang sedang berkembang adalah merasa bahwa kesuksesan itu mudah didapat, kesuksesan itu take it for granted, sehingga dia tidak mau mengembangkan dirinya lagi. Padahal saat kita berhasil memahami sesuatu atau mencapai sesuatu hari ini, mungkin besok pagi itu sudah basi. Jadi kita harus selalu memperbaharui pengetahuan, kemampuan, kapabilitas dan kepercayaan yang diberikan oleh klien dan masyarakat kepada perusahaan kita. Hanya dengan itu kita bisa menjadi jauh lebih baik ketimbang yang kemarin. Perusahaan yang ingin sukses dalam jangka panjang memerlukan syarat itu untuk melanjutkan perjalanannya ke masa depan.
P: Bagaimana dengan kompetitor? Apa pandangan Mas Arief tentang kompetisi kreatif yang semakin keras belakangan ini?
Saya tidak pernah berfikir kompetitor bisa menghancurkan perusahaan kita. Dari fakta yang dialami perusahaan-perusahaan besar, perusahaan itu biasanya hancur karena dirinya sendiri. Kalau kita lihat Enron, Goldman & Sachs, Citibank, AIG dan perusahaan-perusahaan besar di Amerika itu sebagian besar runtuh karena salah urus, bukan karena kompetitornya lebih kuat. Jadi yang terpenting bagi sebuah perusahaan untuk survive adalah kemampuan mengontrol manajemennya sendiri, mengontrol dirinya sendiri, karena jika itu semua bisa dilakukan dengan baik, sulit bagi kompetitor untuk bias bisa mengalahkannya.
P: Apa pandangan Mas Arief tentang kesuksesan?
A: Sebuah perusahaan mencapai kesuksesan itu bisa dengan susah payah, bisa dengan lancar, atau bahkan seperti lewat di jalan tol. Kalau kita hanya memanfaatkan kemampuan kita sendiri tanpa menggunakan daya ungkit (leverage) seperti branding, networking, dll. termasuk daya ungkit yang terbesar adalah Tuhan untuk membantu kita mencapai cita-cita, perusahaan itu akan susah payah untuk bergerak ke atas. Kesuksesan selalu harus dimaknai ulang artinya kesuksesan yang hanya ditentukan sekali lalu tercapai pasti akan mengurangi hasrat dan gairah kita untuk jadi lebih baik. Jadi setelah kesuksesan dicapai, kita harus mengulang start dari awal lagi. Pencapaian itu akan menjadi standar paling bawah, kita naikkan ke level yang lebih tinggi dan seterusnya. Kesuksesan itu bukanlah sebuah tanda titik, tapi koma.
P: Mas bagaimana agar kita bisa menjual ide kita dengan harga yang pantas, tentu saja mahal lebih baik kan daripada murah? He he he…
Syarat untuk menjual jasa kreatif kita dengan harga yang pantas ada 3 hal: yang pertama adalah dengan menunjukkan bahwa kita capable, punya kemampuan untuk mengerjakan tanggung jawab kreatif yang diberikan kepada kita. Yang kedua, mendapatkan jenis pekerjaan yang tepat yang bisa dijual mahal. Kalo pekerjaannya bikin kreatif retail dan lingkupnya lokal saja tentu agak sulit dijual mahal, tapi jika kita udah bicara konsep kreatif dan skalanya nasional bahkan internbasional malah agak aneh klo dijual murah. Yang ketiga, kita harus ketemu dengan klien yang tepat. Walaupun kita punya kapabilitas dan menangani pekerjaan yang tepat, tapi jika tidak menemukan klien yang tepat, perhargaan kreatif yang mahal akan sulit diwujudkan. Klien yang tepat adalah klien yang sudah terbiasa melaksanakan promosi dengan budget tertentu setiap tahunnya.
Ini juga alasan Petakumpet harus membuka kantor representatif di Jakarta.
P: Bagaimanakah peran agensi dalam mengedukasi masyarakat?
A: Peran perusahaan kreatif untuk mengedukasi masyarakat itu sangat besar. Apalagi untuk menumbuhkan creative industry dengan lebih cepat. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah memperbanyak Creative Giving. Artinya agensi yang punya kreativitas, tokoh periklanan, peraih award bahkan mahasiswa semester 1 – atau siapapun -yang mempunyai ketrampilan dan pengetahuan tertentu melakukan sharing ke lebih banyak audience, itu semua tanpa biay. Dalam waktu yang tidak terlalu lama kalau gerakan ini dilakukan oleh para pelaku industri kreatif akan membuat perubahan yang sangat fundamental dan massif untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kreativitas, agar perkembangan industri ini lebih dahsyat lagi di masa depan.
P: OK, terima kasih sharing-nya Mas. Udah malam nih, sampai jumpa lagi.
A: Sama-sama, semoga manfaat yaa…
Jam menunjukkan pukul 23.26, malam sudah semakin larut. Kesibukan di kantor Petakumpet Jakarta masih berdenyut. Sayapun pamit sambil teringat sebuah quote: orang-orang yang sukses itu berfikir dan bekerja keras hingga larut malam, saat yang lainnya sedang tidur pulas.
(Dok. Istimewa)
| Reaksi: |
Senin, 22 Juni 2009
Join AIDC 2009

Dahsyaaattt!!!
Acara luar biasa ini persembahan ADGI pada FGD Expo 2009. Buat teman-teman mahasiswa yang ingin hadir, 3 hari Design Conference ini sama dengan kuliah 8 semester. Buat praktisi, merelakan 3 hari untuk ikut bergabung, meluaskan wawasan bertahun-tahun, me-refresh yang telah lama beku. Alhamdulillah saya pun ikutan meramaikan, buat Indonesia yang lebih maju pemikiran dan kreativitasnya.
Yuk ramaikan, jangan sampai ketinggalan kesempatan terbaik tahun ini!
Panitia Adgi' INDONESIA DESIGN CELEBRATION 2009-"100% Indonesia Hebat" menyampaikan informasi kepada Anda, bahwa REGISTRASI ONLINE telah dibuka per Senin, 22 Juni 2009.
Adgi’ INDONESIA DESIGN CELEBRATION 2009
• DESIGN CONFERENCE PERTAMA TERLENGKAP DAN TERBESAR DI INDONESIA
• 30 JULI, 31 JULI dan 1 AGUSTUS 2009 di JAKARTA CONVENTION CENTER
SUSUNAN PEMBICARA SELAMA 3 HARI
• BRANDING BUSINESS MASTERCLASS
• DESIGN TALK SHOW
• CREATIVE INDUSTRIES MASTERCLASS
////// HARI PERTAMA: KAMIS, 30 JULI 2009 — PUKUL 10.00 s/d 17.00 WIB
———• BRANDING BUSINESS MASTERCLASS
SAKTI MAKKI | Pemilik/Direktur MakkiMakki Branding Consultant
DESIGN TALK SHOW | Issue: Apa itu ‘good design’?
DJOKO HARTANTO | Adgi Jakarta Chapter |
Pemilik/Direktur Majalah Concept
SYAFFRI SOEWANDI | Adgi Bali Chapter |
Art Director-majalah The Beat
AHMAD NOOR ARIEF | Adgi Yogyakarta Chapter |
Pemilik/Direktur Aseli Dagadu Djokdja
BING FEI | Adgi Surabaya Chapter |
Pemilik/Direktur Vaith Design
CREATIVE INDUSTRIES MASTERCLASS
AGAN HARAHAP | Fotografer senior majalah Trax
LEO THEOSABRATA | Desainer produk | Pemilik/Direktur LTD Studio
WAHYU ADITYA | Penggiat industri animasi Indonesia | Pemilik/Direktur Hello;motion Inc.
Moderator: Mario Tetelepta | Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (Adgi)
_________________________________________________________
////// HARI KEDUA: JUMAT, 31 JULI 2009 — PUKUL 10.00 s/d 17.00 WIB
BRANDING BUSINESS MASTERCLASS
YUSCA ISMAIL | Praktisi Senior Periklanan Indonesia
DESIGN TALK SHOW | Issue: Apa peran desainer bagi masyarakat dan lingkungan?
MENDIOLA B. WIRYAWAN | Adgi Jakarta Chapter |
Pemilik/Direktur Mendiola Design Associates
AYIP BUDIMAN | Adgi Bali Chapter |
Pemilik/Direktur Matamera Communications
ANDIKA D. DJATMIKO | Adgi Yogyakarta Chapter |
Pemilik/Direktur Syafa’at Advertising
AMELIA SIDIK | Adgi Surabaya Chapter |
Pemilik/Direktur Lia S. Associates
CREATIVE INDUSTRIES MASTERCLASS
ANDI S. BOEDIMAN | Creativepreneur | Pendiri International Design School (IDS)
SINGGIH S. KARTONO | Desainer produk | Kreator radio Magno
JOKO ANWAR | Tokoh sineas muda Indonesia
Moderator: Ato Hertianto | Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (Adgi) |
______________________________________________________________
////// HARI KETIGA: SABTU, 1 AGUSTUS 2009 — PUKUL 10.00 s/d 17.00 WIB
BRANDING BUSINESS MASTERCLASS
ERMIEL THABRANI | Konsultan humas Indonesia | Managing Partner-Brainworks
DESIGN TALK SHOW | Issue: Bagaimana melahirkan ide kreatif yang unggul?
IRWAN AHMETT | Adgi Jakarta Chapter |
Pemilik/Direktur Ahmettsalina Design
EKO PRABOWO | Adgi Bali Chapter |
Pemilik/Direktur DesainEko
M. ARIEF BUDIMAN | Adgi Yogyakarta Chapter |
Pemilik/Direktur Petakumpet
YUGO MUDAYADI | Adgi Surabaya Chapter |
Pemilik/Direktur Paragraf-Design Consultant
CREATIVE INDUSTRIES MASTERCLASS
PETER FIRMANSYAH | Desainer fashion | Pendiri Peter Says Denim
RIDWAN KAMIL | Arsitek | Pemilik/Direktur Urbane Indonesia
BENNY RACHMADI dan M. MISRAD | Kartunis ternama ‘Benny dan Mice’
Moderator: Nico A. Pranoto | Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (Adgi) |
DOOR PRIZES SETIAP HARI
• iPod • Digital camera • Buku-buku karya desainer Indonesia: "I see Indonesia"-Ayip Budiman, "Jualan Ide Segar"-M. Arief Budiman, "Kamus Brand"-Mendiola B. Wiryawan, "Tipografi dalam Desain Grafis"-Danton Sihombing, dll • CD musik "Indonesia Hebat"-KadriJimmo the Prinzes of Rhythm / KJP • Poster eksklusif dari desainer-desainer ternama Indonesia: Hermawan Tanzil, Danton Sihombing dan Lans Brahmantyo.
—> REGISTRASI ONLINE: 22 JUNI s/d 25 JULI 2009
HARGA TIKET
• Rp. 200.000,- per hari.
• Rp. 400.000,- untuk 3 (tiga) hari.
EARLY BIRD (22 Juni s/d 15 Juli 2009):
Rp. 150.000,- per hari
CATATAN: Acara dirancang dengan konsep casual floor-seating (lesehan), TIDAK TERMASUK paket lunch dan coffee break. Harga tiket di atas SUDAH TERMASUK tiket masuk ke acara FGD Expo 2009.
TEMPAT TERBATAS!
Segera daftarkan diri Anda dengan mengirimkan data ke alamat e.mail: reg.aidc2009@gmail.com dan kami akan menghubungi Anda untuk memandu langkah selanjutnya.
- Nama lengkap:
- Alamat:
- No. Handphone:
- E. Mail:
- Hari dan tanggal seminar yang diikuti:
* Khusus anggota Adgi di chapters JAKARTA, BALI, YOGYAKARTA dan SURABAYA wajib mencantumkan No. Anggota Adgi dan Chapter (GRATIS untuk anggota Adgi di seluruh Indonesia)
PENTING: Untuk kelancaran pendaftaran, dalam berkomunikasi dan surat menyurat mohon gunakan NAMA, NO. HANDPHONE dan E.MAIL yang sama sejak pertama kali Anda menggunakannya.
INFO LEBIH LANJUT silakan hubungi Adgi chapters:
(Senin s/d Jumat, 9.00—17.00)
Adgi Jakarta Chapter
TRI ANUGRAH
0813 1054 0410
Adgi Bali Chapter
FIRMAN FIRDAUS
0818 055 66 822
Adgi Yogyakarta Chapter
M. IQBAL
0817 941 7881
Adgi Surabaya Chapter
CHRISTINA MARIA
0812 160 3618
| Reaksi: |
Selasa, 26 Mei 2009
Bicara Film Iklan
| Reaksi: |




























